Gresik, blok-a.com – Kabupaten Gresik kembali menjadi magnet bagi daerah lain untuk belajar sektor perikanan budidaya. Kali ini, giliran Bupati Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan Irwan Bachri Syam bersama rombongan datang langsung ke Gresik untuk mempelajari keberhasilan pengembangan ikan bandeng dan berbagai produk olahannya.
Kunjungan kerja tersebut diterima langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif di Kantor Bupati Gresik.
Dalam kesempatan itu, kedua kepala daerah saling bertukar gagasan terkait pengembangan potensi perikanan sebagai penggerak ekonomi masyarakat pesisir.
“Di Kabupaten Luwu Timur ada 12.000 hektare tambak yang tersebar di empat kecamatan yang dikelola masyarakat. Maka setelah ini kami beserta rombongan ke lapangan untuk melihat bagaimana pengembangan budidaya dan produksi bandeng di Gresik di atas rata-rata,” ujar Irwan Bachri Syam.
Irwan mengungkapkan, kunjungannya kali ini untuk mendalami seluruh tahapan budidaya ikan bandeng di Gresik, mulai dari pengolahan lahan tambak, pembibitan, pemeliharaan, hingga pengolahan hasil panen.
“Untuk sementara ini, produksi ikan bandeng dari Luwu Timur kita kirim ke Makassar masih dalam bentuk mentahan. Mudah-mudahan setelah studi tiru ini kita akan memperluas dan mengembangkan budidaya serta meningkatkan produksi ikan bandeng di sana,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambut baik kehadiran Bupati Luwu Timur dan rombongan.
Menurutnya, kunjungan ini menjadi bentuk apresiasi dan pengakuan bahwa Gresik berhasil memanfaatkan potensi sumber daya alam, khususnya di sektor perikanan budidaya.
“Potensi Kabupaten Gresik memiliki luas lahan budidaya 28.653,26 hektare, terdiri dari tambak payau 15.601,26 hektare dan tambak tawar 13.052,01 hektare. Jumlah pembudidaya ikan mencapai 20.279 orang, terdiri dari pemilik tambak 15.728 orang dan pandega 4.550 orang,” terang Bupati Yani.
Bupati menjelaskan, konsep Kampung Perikanan Budidaya yang dikembangkan Gresik merupakan kawasan terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari teknologi budidaya, pengolahan hasil, hingga pemasaran.
Konsep ini bertujuan untuk meningkatkan produksi ikan, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat pelaku usaha.
“Produksi perikanan budidaya Kabupaten Gresik tahun 2024 mencapai 155.972 ton dengan nilai produksi Rp 3,28 triliun. Produksi ikan bandeng menjadi komoditas unggulan dengan jumlah 90.416 ton,” jelasnya.
Menurutnya, ikan bandeng bukan sekadar komoditas, melainkan telah menjadi identitas khas Kabupaten Gresik yang menggambarkan kekayaan sumber daya perikanan dan kehidupan masyarakat pesisirnya.
Selain sektor budidaya, Gresik juga unggul dalam pengembangan produk olahan ikan bandeng. Ragam inovasi terus tumbuh untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan di tingkat lokal maupun nasional.
“Produk olahan ikan bandeng berupa otak-otak bandeng, mi bandeng, bandeng asap, bandeng presto, kerupuk bandeng, bandeng tanpa duri, abon tulang bandeng, stik bandeng, dimsum bandeng, bakso bandeng, serta berbagai olahan lainnya,” ungkapnya.
Usai sesi diskusi, Bupati Luwu Timur beserta rombongan melanjutkan kunjungan lapangan ke Kampung Budidaya Ikan Bandeng di Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah. Di lokasi tersebut, mereka melihat langsung proses budidaya ikan bandeng hingga pengolahan produk siap konsumsi.(ivn/lio)










Balas
Lihat komentar