KOTA MALANG – Saat ini tren digitalisasi terus mengalami perkembangan. Tentunya ini juga berimbas pada perubahan perilaku masyarakat dalam bertransaksi. Apalagi tuntutan untuk lebih fleksibel, cepat, mudah, dapat dilakukan di mana saja dan aman menjadi poin penting.
Perubahan perilaku ini juga mendorong Bank Indonesia (BI) memunculkan inovasi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS). Di mana QRIS merupakan sebuah inovasi dalam sistem pembayaran dengan menggunakan metode QR Code dalam melakukan transaksi. QRIS menjadi salah satu alternatif kanal merchant atau pembayaran yang merupakan metode pembayaran digital yang serba mobile, cepat, aman dan murah.
Masyarakat di wilayah Kabupaten dan Malang Kota memiliki persentase pengguna QRIS paling banyak dibandingkan wilayah kerja Bank Indonesia lainnya. Sedangkan untuk Wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, meliputi 7 kota/kabupaten yakni Kota dan Kabupaten Malang, Kota dan Kabupaten Pasuruan, Kota dan Kabupaten Probolinggo, dan Kota Batu.
“Kota Malang dan Kebupaten Malang menunjukkan tren yang positif sekitar 70-80 persen. Sedangkan sebaran lainnya hanya sekitar 20-30 persen saja. Sehingga untuk wilayah luar Malang ini harus benar-benar dikejar dan ditingkatkan,” jelas Kepala Bank Indonesia Malang, Azka Subhan, Selasa (2/3).
Guna mengejar ketertinggalan di beberapa kota kabupetan wilayah kerja BI, akhirnya digelar lah kampanye dalam upaya mendongkrak penggunaan QRIS. Sekitar 18 bank dan 5 perusahaan non bank hadir untuk mengikuti acara tersebut.
“Jadi mereka ini akan lebih menawarkan pada pengusaha, UMKM, merchant maupun outlet lainnya untuk penggunaan QRIS dan manfaatnya seperti apa,” imbuhnya.
BI juga memiliki target untuk melakukan peningkatan hingga mencapai 12 juta merchant di tahun 2021 melalui kampanye nasional QRIS. Di mana sasaran peningkatan akseptasi QRIS di sisi merchant (supply) sekaligus penggunaan QRIS di sisi pengguna (demand). Sehingga dapat mempercepat akseptasi QRIS untuk mengurangi dormant merchant QRIS atau merchant QRIS yang tidak aktif.
“Karenanya kami juga sangat berterima kasih dengan para media, mensupport dalam campaign ini. Program QRIS Go 12 juta merchant itu merupakan akumulasi dari tahun lalu yang ada di angka 6 juta. Tahun ini, tersisa 6 juta lagi dari target total 12 juta,” jelasnya.
Azka menambahkan, untuk wilayah kerja BI Malang sudah mengalami peningkatan jumlah merchant QRIS yang cukup signifikan, yaitu sebesar 360,02 persen. Di tahun 2019 ada sekitar 31 ribu merchant, kini di awal tahun 2021 menjadi 140 merchant. Di mana terbanyak ada di Kota dan Kabupaten Malang sebanyak 110 ribu merchant.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Perusahaan Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) QRIS bank dan non bank atas capaian, kinerja dan semangatnya selama tahun 2020. Sehingga penggunaan QRIS di wilayah kerja KPwBI Malang meningkat sangat signifikan. Namun perjuangan belum berakhir, di tahun 2021 ini Triangle Collaboration antara Bank Indonesia, Pemerintah, dan Industri (ASPI dan PJSP QRIS) sangat diperlukan guna mendukung transformasi digital Indonesia melalui QRIS.
Terlebih sejak dilakukan grand launching QRIS pada 17 Agustus 2019 lalu oleh Bank Indonesia, maka penggunaan QR Code dari setiap PJSP distandarisasikan, dan sejak 1 Januari 2020 transaksi pembayaran yang menggunakan QR code, wajib menggunakan QRIS MPM (Merchant Presented Mode), yaitu QRIS yang dimiliki oleh merchant, sehingga jika akan melakukan transaksi pembayaran pembeli yang akan scan QRIS merchant.
QRIS sendiri terus mengalami perkembangan. Bulan Maret 2020, QRIS TTM (Tanpa Tatap Muka) mulai digunakan, dan dimulainya pengembangan spesifikasi QRIS Cross Border. Kemudian, di bulan Juni 2020, dikembangkan QRIS Transfer, Tarik dan Setor (QRIS TTS).










Balas