Blok-a.com – Gelombang aksi unjuk rasa di ibu kota belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Rabu (24/9/2025), ribuan aparat gabungan kembali diturunkan untuk mengawal demonstrasi. Fokus kali ini di tiga titik strategis, yakni kawasan Monumen Nasional (Monas), depan Gedung DPR/MPR RI di Senayan, dan sejumlah kantor kementerian di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.
Menurut data kepolisian, total 8.340 personel dari Polri, TNI, dan unsur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikerahkan. Jumlah ini meningkat dibandingkan pengamanan aksi sebelumnya.
Pada Selasa (23/9/2025), pengamanan hanya melibatkan sekitar 5.684 personel gabungan. Sedangkan pada Senin (22/9/2025) untuk aksi buruh di depan DPR, polisi menurunkan 5.367 aparat.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis.
“Pengamanan unras tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan fasilitas umum. Anggota harus sabar, terukur,” katanya saat mengarahkan pasukan, pada Rabu (24/9/2025), dikutip dari Detik.
Selain itu, Irjen Asep juga menegaskan bahwa personel di lapangan tidak dibekali senjata api. Sementara penggunaan gas air mata hanya dapat dilakukan sesuai SOP dan dengan izin Kapolda langsung.
Fokus Amankan 3 Titik
Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, fokus pengamanan aparat terbagi pada tiga titik aksi yang paling besar.
Pertama, depan Gedung DPR/MPR RI di Senayan, yang sejak pagi dipadati massa dari kalangan petani dan organisasi masyarakat sipil untuk memperingati Hari Tani Nasional. Polisi menutup pintu utama DPR, memasang kawat berduri, serta mengalihkan arus lalu lintas dari Jalan Gatot Subroto menuju kawasan Slipi dan Gerbang Pemuda Senayan.
Kedua, kawasan Monumen Nasional (Monas), yang juga menjadi salah satu lokasi berkumpulnya massa sebagaimana dilaporkan media. Polisi menutup sebagian akses ke area Monas dan mengarahkan kendaraan ke jalur alternatif di sekitar Jalan Veteran dan Juanda.
Ketiga, sejumlah kantor kementerian di Jalan Medan Merdeka, termasuk Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Pertanian. Aparat Brimob disiagakan di sekitar Medan Merdeka Barat hingga Istana Negara. Polisi juga menutup arus dari arah Patung Kuda menuju Merdeka Selatan, sehingga lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif.
Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa arus kendaraan dialihkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan. Jalan Gatot Subroto menuju Gedung DPR terpantau padat hingga menyebabkan kemacetan mengular sampai Slipi dan Senayan. Kondisi serupa terjadi di kawasan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di depan Gedung Danareksa, yang juga dipadati kendaraan imbas penutupan jalan.
Hingga siang hari, situasi aksi masih relatif kondusif meskipun kepadatan arus lalu lintas terjadi di sekitar titik-titik demo. Aparat terus berjaga untuk mengantisipasi potensi benturan maupun gangguan ketertiban umum. (mg1/gni)
Penulis: Rosa Dwi Eliyah (Mahasiswi Magang UTM Bangkalan)










Balas