Fakta-fakta Soal Wabah Narkotika Zombie yang Sedang Merebak di AS

Narkotika Zombie
Ilustrasi foto pengguna narkotika Tranq (foto: New York Post)

Blok-a.com – Amerika Serikat, khususnya New York dan Los Angeles baru-baru ini tengah digemparkan dengan narkotika yang membuat orang berubah menjadi “zombie”. 

Fenomena berubahnya manusia seperti zombie tersebut diduga diakibatkan oleh penyalahgunaan narkotika yang dikenal dengan sebutan Xylazine atau Tranq.

Jenis narkoba tersebut dapat menyebabkan efek samping yang mengerikan bila dicampur dengan obat-obatan terlarang lainnya seperti heroin dan fentanyl.

Berikut fakta-fakta terkait merebaknya kasus narkotika zombie di Amerika Serikat.

1. Bermula Sejak 2008

Tren pemakaian narkoba zombie ini diketahui telah terjadi sejak tahun 2008. Seiring berjalannya waktu, obat tersebut semakin beredar si sebagian besar daerah bagian AS mulai dari New York, Philadelphia, San Fransisco, dan Los Angeles.

“Pada tahun 2008 hingga 2010, di situlah mulai menyusup ke timur laut dan sekarang berada di 90% pasar obat Philadelphia, atau 25% di New York dan pasar obat tiga negara bagian,” kata Dr. Siddarth Puri, LA County Public Direktur Medis Kesehatan Asosiasi Pencegahan dan Pengendalian Penyalahgunaan Zat.

2. Digunakan Sebagai Obat Penenang Hewan

Pada dasarnya, Xylazine atau tranq sebenarnya digunakan untuk industri kedokteran hewan dan sering dipakai sebagai obat penenang pada sapi atau kuda. Oleh karena itu, obat ini awalnya bukan termasuk zat terlarang di Amerika Serikat.

Narkotika jenis Xylazine mengandung senyawa aktif yang dapat memberikan efek menenangkan kepada siapa saja yang mengkonsumsi obat tersebut.

Selain memberikan efek menenangkan, Xylazine mengandung Metil Benzena juga biasa digunakan oleh dokter hewan untuk melemaskan otot.

3. Mengakibatkan Kulit dan Otot Membusuk

Pemakaian Xylazine pada manusia dapat menekan saraf pusat dan sistem pernapasan manusia yang menyebabkan tekanan darah menjadi rendah dan jantung yang berdegup lambat.

Zat aktif yang terkandung dalam Xylazine ini dapat menyebar ke seluruh tubuh hanya dalam waktu 30-40 menit.

Selain itu, pemakaian xylazine juga bisa menyebabkan luka dan jaringan mati yang bersisik atau eschar. Jika obat ini disuntikkan, dapat menyebabkan kerusakan pada kulit yang membusuk, sehingga mendapatkan julukan sebagai obat zombie.

Para profesional medis telah memperingatkan bahwa obat ini sering kali menyebabkan anggota tubuh pengguna harus diamputasi.

4. Presiden Joe Biden Turun Tangan

Situasi yang mengancam akibat penggunaan narkotika jenis ini, membuat Presiden AS Joe Biden dan jajarannya turun tangan.

Pada 12 April 2023, Presiden AS Joe Biden telah menetapkan kasus xylazine sebagai ancaman negara. Mereka telah mengambil beberapa tindakan untuk mengurangi pasokan fentanil serta zat ilegal lain.

Selain itu, Kantor Sheriff Los Angeles saat ini juga telah memulai program baru yang bertujuan untuk melacak sejauh mana penyebaran zat berbahaya tersebut.

Program ini telah dimulai pada pertengahan bulan April. Para analis di laboratorium akan melakukan penandaan ketika mereka mendeteksi tanda-tanda awal xylazine dalam obat-obatan yang disita.

(hen)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?