Fakta-fakta Pemecatan AKBP Achiruddin Imbas Kasus Penganiayaan Ken Admiral

AKBP Achiruddin Hasibuan
AKBP Achiruddin Hasibuan (foto: Instagram/@achiruddinhasibuan)

Blok-a.com – Nama AKBP Achiruddin Hasibuan belakangan ini menjadi sorotan publik usai video penganiayaan yang dilakukan anaknya, Aditya Hasibuan terhadap seorang mahasiswa viral di media sosial.

Dalam kasus ini, AKBP Achiruddin Hasibuan tertangkap kamera hanya menonton dan membiarkan anaknya menganiaya mahasiswa tersebut tanpa berniat memisahkannya.

Akibatnya, AKBP Achiruddin Hasibuan pun terpaksa harus kehilangan posisi dan jabatannya sebagai anggota Polri. Keputusan ini diambil usai Achiruddin menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) pada Selasa (2/5/2023).

Dirangkum Blok-a.com, Rabu (3/5/2023) berikut fakta-fakta mengenai pemecatan AKBP Achiruddin Hasibuan.

1. Dipecat dengan Tidak Hormat

Polda Sumut memutuskan memecat AKBP Achiruddin Hasibuan melalui mekanisme Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dikarenakan terbukti melanggar kode etik Polri terkait perilaku yang membiarkan tersangka AH melakukan penganiayaan terhadap Ken Admiral.

“Seharusnya dia bisa menyelesaikan dan mampu melerai kejadian tersebut. Tetapi dari fakta pada pemeriksaan sidang kode etik hanya melihat, tidak dilakukan apa yang seharusnya dan sepantasnya dilakukan,” ujar Kapolda

Berdasarkan pertimbangan itu, Kapolda mengatakan Propam Polda Sumut memutuskan bahwa perilaku AKBP Achiruddin Hasibuan terjeratPasal yang dikenakan dan diterapkan Pasal 5, 8, 12, dan 13 Perpol No 7 Tahun 2022.

“Sanksi itu melanggar etika kepribadian, etika kelembagaan dan kemasyarakatan. Tiga etika itu dilanggar sehingga majelis komisi kode etik memutuskan pada saudara AH untuk diberlakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), ” tegas Kapolda.

2. Jadi Tersangka

Selain dipecat secara tidak hormat, Polisi juga menetapkan AKBP Achiruddin sebagai tersangka bersama anaknya Aditya Hasibuan dalam kasus penganiayaan terhadap Ken Admiral.

“Terhadap AH, saat ini sedang berproses pidana umum. Kita tunggu saja. Insyaallah dalam waktu dekat,” kata Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak di Mapolda Sumut, Selasa (2/5/2023) malam.

Panca menyebutkan AKBP Achiruddin dijerat dengan Pasal 304 KUHP Jo Pasal 55, Pasal 56 KUHP.

“Saya tidak pernah bermain-main untuk tidak memroses penyimpangan yang dilakukan anggota Polri. Ini sebagai bentuk keseriusan. Sprindiknya sudah ditetapkan juga penetapan tersangka kepada yang bersangkutan. Jadi melakukan pelanggaran pidana umum,” tegasnya.

3. Hal yang Memberatkan

Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan hal utama yang memberatkan AKBP Achiruddin adalah dia membiarkan anaknya menganiaya orang lain.

“Tentu di sana ada dasar yang memberatkan, sebagai seorang anggota Polri, tidak selayaknya dia membiarkan kejadian itu terjadi, itu yang utamanya,” kata Panca.

Panca menyebut AKBP Achiruddin seharusnya tak membiarkan adanya penganiayaan yang dilakukan anaknya. Achiruddin seharusnya melerai dan menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Dia seharusnya harus bisa menyelesaikan dan mampu melerai kejadian tersebut. Namun, berdasarkan hasil sidang, majelis etik melihat tidak dilakukan yang seharusnya dan sepantasnya dilakukan,” lanjutnya.

4. Kerap Melakukan Pelanggaran Kode Etik

Selama karir AKBP Achiruddin Hasibuan menjadi anggota Polri, Tercatat ada 5 kasus ditangani oleh Bidang Propam Polda Sumut.

“5 kasus tadi memberatkan, 4 kali pelanggaran disiplin dan pelanggaran kode etik. Hal ini, memberatkan membuat kami (menjatuhkan) PTDH,” sebut Kepala Bidang Propam Polda Sumut, Kombes Pol. Dudung

Dudung mengungkapkan 5 kasus pelanggaran yang dilakukan oleh AKBP Achiruddin itu terjadi sejak tahun 2017 hingga tahun 2023. Termasuk salah satu kasus pelanggaran yang menjadi sorotan yaitu penganiayaan terhadap seorang juru parkir di Kota Medan, tahun 2017, lalu.

“Banyak gitu, saya belum membaca semuanya. Terlepas kasus ini, sudah melakukan 4 kali. Termasuk itu (penganiayaan tukang parkir) walau sudah damai,” kata Dudung.

(hen)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?