Duka Awal Tahun 2021: Jalanan Lenggang, Penghasilan ‘Polisi Cepek’ Terjun Bebas

Polisi cepek di Kabupaten Malang membantu pengendara menyebrang
Polisi cepek di Kabupaten Malang membantu pengendara menyebrang - Foto: Bob Bimantara

KABUPATEN MALANG – Jalanan di Kabupaten Malang selama liburan natal dan tahun baru tahun 2021 terlihat lenggang. Bahkan selama liburan yang dimulai pada tanggal 24 Desember hingga hari ini, tidak ada kemacetan yang terjadi.

Hal ini ternyata berdampak pada polisi cepek atau pak ogah di sepanjang Jalan Raya Perusahaan Kecamatan Singosari hingga Jalan Raya Kepuharjo Kecamatan Karangploso.

Salah satunya adalah Tulus (46) polisi cepek yang mengatur lalu lintas di persimpangan jalur alternatif ke Surabaya di jalan Raya Perusahaan.

Tulus menjelaskan sepinya lalu lalang kendaraan membuat pendapatannya selama liburan Nataru tahun 2021 berkurang drastis. Biasanya, Tulus menjelaskan kalau liburan Nataru dirinya bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 200 ribu per hari.

“Tapi karena tahun ini sepi dan gak ada macet jadi cuma Rp 50 ribu. Biasanya ya mas persimpangan ini selalu macet, banyak kendaraan lewat jalan alternatif sini tapi sekarang enggak,” kata ia saat ditemui Blok-A

Tulus pun menjelaskan selama bekerja sebagai polisi cepek hanya liburan Nataru 2021 inilah penghasilannya bisa menurun drastis.

“Karena ada penutupan jalan di Kota Batu karena Covid-19 belum lagi ada tol. Jadi beneran turun pendapatan ini. Biasanya itu satu pengendara kalau liburan gini kebanyakan kalau mobil itu Rp 5000. kini hanya seribu atau Rp 2000 bahkan ada yang Rp 200,” kata ia.

Alhasil, kata Tulus, ia juga bekerja sebagai jukir setelah bekerja sebagai polisi cepek.” Ya untuk tambahan biaya hidup. Kalau polisi cepek aja ya gak cukup. Biasanya kalau parkir ya dapat lah Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu untuk biaya buat beras

Hal yang sama juga dialami, oleh Andi Rahman (28). Polisi cepek yang mengatur lalu lintas di jalan alternatif ke Kota Batu di Jalan Raya Kepuharjo ini mengaku juga menurun penghasilannya.

Namun tak seperti Tulus, Andi mengaku penurunannya cuma sekitar 50 persen dari liburan biasanya. Di liburan biasanya, Andi mengaku mampu mendapat penghasilan Rp 150 – 200 ribu perhari, kalau liburan Nataru tahun 2021 ini hanya Rp 100 ribu.

“Karena banyak yang ke Kota Batu waktu tanggal awal liburan kemarin. Meskipun ya turun,” kata ia.

Andi juga menambahkan, penurunan pendapatan sebagai polisi cepek tidak berdampak ke perekonomiannya. “Ya masih cukup lah buat jajan dan bantu-bantu orang tua,” kata pria asal Desa Ngijo Karangploso itu.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com