Diterpa Pandemi, Kota Malang Justru Raih Penghargaan Inflasi Daerah

Kepala KPwBI Malang Azka Subhan memberikan penghargaam secara simbolis ke Wawali Kota Malang Sofyan Edi
Kepala KPwBI Malang Azka Subhan memberikan penghargaan pengendalian inflasi daerah secara simbolis ke Wawali Kota Malang Sofyan Edi - Foto: istimewa

KOTA MALANG – Ditengah pandemi Covid-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus melakukan upaya mendongkrak pertumbuhan ekonominya. Usaha Pemkot pun membuahkan hasil. Pemkot Malang berhasil meraih penghargaan Pengendalian Inflasi Daerah dari pemerintah pusat. Sebagai pengendali inflasi yang cukup baik dan berada di 3 urutan teratas secara nasional.

Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang Azka Subkhan Aminurridho kepada Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko, dalam acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, di Hotel Atria Rabu, (25/11).

Sebelumnya, Kota Malang belum pernah memasuki rangking 3 besar dalam pengendalian inflasi daerah. Bahkan di tahun 2019 scoring Kota Malang terkait pengendalian inflasi daerah masih di angka 87 atau rangking 8 secara nasional.

Namun, dengan adanya penghargaan tersebut menjadi lompatan tajam terhadap kinerja TPID, terkhusus di masa pandemi Covid-19.

“Kita (Kota Malang) bertahun-tahun belum pernah masuk ranking pengendalian inflasi, tahun ini Kota Malang masuk ranking 3 setelah Kabupaten Banyuwangi dan Kediri. Kita di peringkat ke tiga, itu saya perkirakan berada di score 97-98,” kata Azka.

Sementara Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengatakan dalam kurun waktu yang tersisa menjelang akhir tahun 2020 pihaknya terus memacu roda perekonomian di Kota Malang. Salah satunya memaksimalkan pembelanjaan daerah baik itu melalui APBD maupun dana yang bersumber dari APBN.

“Pun demikian, sebagaimana juga dipesankan bapak Presiden RI, agar kwartal pertama 2021 sudah ada pembelanjaan (APBD dan APBN). Maka kita juga mendorong di bulan Desember sudah dapat dilakukan proses pengadaan barang dan jasa,” ungkapnya.

Tak hanya itu, TPID juga harus memetakan potensi-potensi yang sekiranya mampu mendongkrak perekonomian di Kota Malang. Sehingga, akhir tahun ini geliat pertumbuhan ekonomi semakin baik dan meningkat.

“Segera konsolidasikan potensi yang mampu menghangatkan perekonomian kota Malang. Seiring itu konsolidasikan organisasi TPID (lembaga dan personel) dan juga konsolidasikan potensi serta permasalahannya. Poinnya, simpul-simpul ekonomi yang mungkin masih tidur, perlu kita bangkitkan dan gairahkan kembali. Tentu tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tandasnya.

Hal lainnya, juga disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji. Bahwa prestasi ini menjadi momentum dalam membangkitkan perekonomian di Kota Malang.

Dimana saat ini kebutuhan paling mendesak berada pada peningkatan inflasi. Yang artinya masyarakat harus di pacu untuk berbelanja sehingga pergerakan ekonomi mampu bergerak dinamis. Salah satu langkah strategisnya, yakni dengan terus menggeliatkan IKM (Industri Kecil Menengah) dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Kota Malang.

“Kita harus mampu membalikkan deflasi saat ini ke inflasi. Maka saya sepakat kabar ini menjadi pemacu semangat kinerja TPID Kota Malang sebagaimana tadi dikatakan pak Azka,” ungkapnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di Bulan Oktober 2020, angka inflasi Kota Malang berada di 1,22 persen. Hal ini terbilang relatif rendah dari ekspektasi target inflasi Kota Malang sebesar 3 plus minus 1.

Apalagi, di tahun 2020 ini Kota Malang telah mengalami 5 kali deflasi. Yang mana angka ini meningkat di banding 2019 yang mengalami hingga 4 kali deflasi dan 2018 yang hanya satu kali saja deflasi.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com