BLOK-A Sosok Tan Malaka merupakan salah satu tokoh penting dalam pergerakan nasional Indonesia yang gigih memperjuangkan kemerdekaan bangsanya dari cengkeraman pemerintah kolonial Hindia Belanda.
Dia menyuarakan perjuangan Kemerdekaan Indonesia lewat tulisan, bicara pada forum internasional demi nasib rakyat Indonesia. Sebagian besar hidupnya dihabiskan di pengasingan, dan terus-menerus diancam akan ditangkap otoritas pemerintah Belanda dan sekutunya.
Tan Malaka memainkan peran intelektual penting dalam menghubungkan gerakan komunis internasional dengan gerakan anti-kolonial di Asia Tenggara.
Ketika perjuangan fisik dan non fisik bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaannya, paling tidak pemikiran Tan Malaka dapat menjadi kontrol sosial dan penyeimbang kepada pemikiran-pemikiran para tokoh nasional pada saat itu.
Dalam pengasingannya di penjara, Tan Malaka melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 53 yang ditandatangani Presiden Soekarno pada 28 Maret 1963 menetapkan Tan Malaka sebagai Pahlawan Nasional banyak menulis buku. Buku-bukunya sebagian besar menjelaskan tentang filsafat dan pemikiran kiri.
Karya Tan Malaka yang paling monumental adalah Madilog yang merupakan akronim dari Materialisme, Dialektika, dan Logika. Dalam Madilog, pembaca akan menemukan cara berpikir Tan Malaka yang kritis dan dinamis terhadap materialisme.
Pembaca diajak untuk tidak dogmatis dan bermental budak. Dalam bukunya tersebut, secara tidak langsung Tan Malaka menganggap manusia yang terbebas dari dogma, akan menjadi intelektual aktif yang kreatif dan menghargai kebebasan berpikir.
[real3dflipbook id=’234′]










Balas
Lihat komentar