Kota Malang, blok-a.com – Kota Malang bersiap menyambut ulama internasional Dr Zakir Naik. Dia bakal ceramah di Stadion Gajayana pada Kamis malam (10/7/2025). Panitia telah menyiapkan skema pengamanan dan parkir secara menyeluruh untuk memastikan acara berjalan lancar dan kondusif.
Diperkirakan 15 ribu hingga 20 ribu pengunjung akan memadati stadion tertua di Indonesia ini. Untuk mengantisipasi lonjakan ini, panitia bekerja sama dengan Polresta Malang Kota dan Dinas Perhubungan (Dishub) guna mengatur alur lalu lintas serta penyediaan kantong parkir.
“Kami menyesuaikan skema parkir seperti saat Porprov Jatim kemarin. Beberapa titik utama sudah kami siapkan agar tidak terjadi kemacetan,” ujar Hakim, panitia lokal acara.
Sejumlah area telah disiapkan sebagai lokasi parkir, di antaranya area VIP di dalam Stadion Gajayana untuk tamu kehormatan dan undangan resmi. Jalan Semeru dan sejumlah ruas jalan sekitar stadion akan menjadi kantong parkir tambahan bagi masyarakat umum. Jalur masuk juga diatur terpisah untuk jamaah pria dan wanita.
Selain aparat keamanan dari TNI dan Polri, panitia turut melibatkan relawan untuk membantu pengunjung, mulai dari pintu masuk hingga menuju tempat duduk.
“Kami berharap semua bisa berjalan lancar. Ini bukan sekadar kegiatan dakwah, tapi juga bentuk kebangkitan spiritual umat. Kami ingin menciptakan ruang yang damai dan penuh hikmah,” kata Hakim.
Diketahui, Dr Zakir Naik dikenal luas dengan ceramah bernuansa ilmiah dan pendekatan perbandingan agama. Meski kerap memantik pro-kontra di sejumlah negara, panitia menjamin ceramah kali ini akan berlangsung damai, edukatif, dan bebas dari provokasi.
“Kami sudah sampaikan kepada beliau bahwa format ceramah di Malang akan berbeda. Tidak akan ada debat kusir, hanya pemaparan ilmu dan pandangan keislaman dalam format yang santun,” tegas Hakim.
Dr Zakir Naik juga akan didampingi oleh putranya, Sheikh Farid Naik, yang lebih dulu akan menyampaikan materi bertema niat dalam Islam. Adapun tema utama yang dibawakan Zakir Naik ialah Nabi Muhammad SAW dalam lintas perspektif agama, yang dinilai menarik namun juga sensitif.
Panitia menekankan bahwa acara ini murni bersifat dakwah dan edukasi keagamaan, tanpa unsur politik, provokasi, maupun agenda kelompok tertentu.
Meski pendaftaran online hanya dibuka untuk 1.700 peserta dan telah ditutup sejak seminggu lalu, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Panitia memprediksi tambahan 7.000 hingga 8.000 pengunjung dari Malang Raya dan luar kota akan hadir.
“Kapasitas total kami siapkan 10.000 kursi, belum termasuk tribun. Kami optimistis angka 15.000 sampai 20.000 bisa tercapai,” tutup Hakim. (yog)









