Zakir Naik Dipastikan Bawa Ceramah dengan Nuansa Damai di Malang

Stadion Gajayana, yang akan menjadi tempat acara digelarnya Visit To Indonesia 2025 bersama Dr Zakir Naik (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Stadion Gajayana, yang akan menjadi tempat acara digelarnya Visit To Indonesia 2025 bersama Dr Zakir Naik (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Menjelang pelaksanaan acara Visit to Indonesia 2025 bersama Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana, Kota Malang, sejumlah kekhawatiran sempat muncul dari beberapa kelompok masyarakat. Namun, panitia lokal memastikan acara tersebut akan berjalan kondusif, edukatif, dan jauh dari provokasi.

Hakim, salah satu panitia lokal, mengatakan bahwa komunikasi dengan kelompok yang sempat menyuarakan penolakan telah dilakukan dengan baik. Ia menegaskan bahwa acara ini tidak akan bersifat konfrontatif seperti yang mungkin dibayangkan dari cuplikan-cuplikan debat di YouTube.

“InsyaAllah jauh dari perdebatan yang konfrontatif,” tegas Hakim, Kamis (10/7/2025).

Menurutnya, ceramah Dr Zakir Naik kali ini akan dibingkai dalam nuansa damai, edukatif, dan tidak memicu gesekan antar kelompok.

“Kami sudah sampaikan kepada beliau bahwa tidak ada debat kusir tentang prinsip-prinsip agama, hanya ruang berbagi keilmuan dan perspektif keislaman. Alhamdulillah, Dr Zakir menyetujui format ini,” ungkapnya.

Panitia juga menjelaskan bahwa Kota Malang akan menggelar acara dengan skema berbeda dibanding kota lain dalam rangkaian tur dakwah ini, agar lebih terstruktur dan tidak menyinggung pihak manapun.

Hakim memastikan tidak ada agenda tersembunyi maupun afiliasi politik dalam kunjungan Dr Zakir Naik ke Indonesia, termasuk di Kota Malang.

“Beliau hanya ingin berbagi ilmu. Tidak ada misi politik, ajakan, atau afiliasi. Hanya menyampaikan pemahaman Islam dari sudut pandang beliau sebagai bahan renungan bersama,” ujarnya.

Untuk menjamin kelancaran acara, panitia bekerja sama dengan TNI, Polri, relawan internal, dan pengamanan lokal. Penataan teknis pun disiapkan matang agar seluruh peserta merasa aman dan nyaman.

“Kami tidak membawa perdebatan. Justru kami ingin mengedukasi dan menyampaikan literasi Islam yang benar, universal, dan damai, serta membuka ruang pemahaman keagamaan yang moderat,” pungkas Hakim. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com