Dinamika Partai Demokrat Kota Malang di Tengah Mosi Tidak Percaya

Kota Malang, blok-a.com – Sejumlah Kader Demokrat Kota Malang diantaranya dari DPAC Lowokwaru, Sukun, Klojen dan Blimbing melakukan aksi damai pada Senin (15/08/2022).

Pada kantor DPC Partai Demokrat Kora Malang, keempat kader menyerukan Mosi Tidak Percaya atas pelaksanaan Muscab ke IV dan Penetapan Ketua DPC Parrai Demokrat Kota Malang pasalnya diduga telah melanggar aturan yang ada.

Ketua PAC Lowokwaru, Dariyanto mengatakan bahwa pelaksanaan Muscab dan penetapan ketua Kota Malang tidak sesuai aturan. Sebab, keempat pejabat di DPAC Partai Demokrat Kota Malang tersebut telah di Plt kan untuk kelancaran pelaksaan Mudcab dan penetapan ketua.

Pihaknya menegaskan, pelaksanaan Muscav tersebut hanya dihadiri oleh satu DPAC saja. Sementara, Partai Demokrat Kota Malang memiliki 5 DPAC.

“Padahal syarat sah-nya Muscab itu harus dihadiri dua pertiga keanggotaan atau ketua DPAC di Kota Malang,” tegas Dariyanto.

Dariyanto menilai ada yang tidak beres dalam pelaksanaan Muscab dan penetapan ketua tersebut, sebab pelaksaan Muscab dinilai sangat melanggar aturan yang ada.

“Padahal dari 5 DPAC sudah mendeklarasikan satu calon lain. Bahkan ketua DPC yang sudah ditetapkan pada Muscab itu juga sudah mendukung calon lain, yaitu Gufron sebagai ketuanya,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, ketua DPC Partai Demokrat Kota Malang yang baru terpilih ini ternyata juga mendaftarkan diri ke DPRD Jatim serta difasilitas. Padahal secara resmi pendaftaran tersebut telah ditutup.

“Ini sangat menyakiti hati kami. Untuk itu kami menyuarakan Mosi Tidak Percaya’ terhadap pelaksanaan Muscab itu. Kami juga menolak Imron yang telah ditetapkan sebagai ketua DPC Kota Malang, karena kami menilai harga diri kami di empat DPAC lainnya telah diinjak-injak,” tutupnya.

Pada sisi lain, Sekertaris Ketua DPC Partai Demokrat, Anang Fatoni, membenarkan terkait adanya Mosi Tidak Percaya terhadap pelaksanaan Muscab pada beberapa waktu lalu. Pihaknya mengatakan hal tersebut merupakan hal wajar atas ungkap kekecewaan.

“Tidak masalah karna itu dinamika organisasi, mungkin karna merasa kecewa karna mungkin calon yg di dukung oleh DPP, hal yg wajar,” ungkap Anang.

Sekertaris Ketua DPC Partai Demokrat ini juga menjelaskan, kronologi terjadinya walk out yang dilakukan oleh sejumlah DPAC Partai Demokrat.

“Jadi pada saat muscab akan dilangsungkan, kan ada tahapan verifikasi untuk peserta dan calon ketua DPC, sedangkan calon Ketua DPC ada dua Pak Gufron Marzuki dan Pak Imron.
Sedangkan pada saat verifikasi teman teman DPAC tidak mau kalau verifikasi itu dilakukan ternadap dua calon, maunya hanya satu yaitu pak Gufron,” jelasnya.

Sedangkan dari keputusan panitia DPD akan tetap dilaksankan verifikasi oleh dua orang, yang membuat DPAC meninggalkan tempat Muscab, hal tersebut dijelaskan langsung oleh Anang.

“Kemudian karena ada dua calon, panitia DPD tetap meminta kepada temen temen bahwasanya verifikasi dilakukan oleh dua orang tapi mereka gamau dan keempat DPAC keluar tempat sidang dari DPD,” imbuhnya.

Dengan demikian, Muscab diberhentikan sementara dan akan dilanjutkan ketika DPAC kembali ke tempat sidang Muscab. Panitia pun memberikan waktu selama dua kali tiga puluh menit.

“Sudah dihubungi by WA, setelah ditunggu tidak kunjung datang, akhirnya pihak DPT berinisiatif untuk mengganti atau memplt-kan teman teman PAC yang digantikan oleh pengurus DPC yang ada disitu,” ungkap Anang.

Diakhir, Anang menyampaikan dari hasil sidang Muscab tersebut yang terpilih adalah Haji Imron, ia juga menegaskan tahapan Muscab sendiri ialah memberikan dukungan dan yang menentukan hasil akhir bukan pada sidang Muscab tetapi yang menentukan adalah DPP

“Jadi belum di tetapkan di tempat Muscab itu mas, yang menentukan tetap DPP. Jadi berapapun calonnya yang di usulkan oleh DPC atau DPD itu nantikan akan diserahkan oleh DPP untuk di Fit and Proper test itu berlaku seluruh indonesia,” pungkas Anang.

Anang juga menambahkan, sesuai petunjuk dari Haji Imron setelah ini akan ada koordinasi untuk kebaikan partai bersama.

“Mereka kan keluarga kita, sesuai petunjuk dari pak ketua akan koordinasi kepada mereka konsolidasi untuk kebesaran partai, dinamika tersebut kan untuk kebesaran partai sendiri,” tambahnya. (mg2/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.