Didesak PMII, Bupati Sumenep Teken Pakta Integritas Recovery Anggaran

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi

Sumenep, blok-a.com – Aksi mahasiswa PMII Cabang Sumenep beberapa hari lalu terbilang luar biasa. Terbukti, aspirasi mahasiswa terkabul yakni dengan ditandatanganinya ‘Pakta Infegritas” bermaterai oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

Dihadapan Bupati Achmad Fauzi, Mahasiswa sambil ucapkan ‘Sumpah Mahasiswa Indonesia’ lalu membacakan Pakta Integritas yang menjadi tuntutan mereka. Didalamnya tertuang tuntutan jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak turun, Bupati janji akan mengupayakan recovery anggaran untuk subsidi BBM.

Pakta integritas recovery yang ditandatangani bupati Sumenep, Achmad Fauzi. (blok-a.com/Aldo)

“Pada dasarnya Pemda menyerap aspirasi dari apa yang menjadi harapan mahasiswa, sebagai aspirasi dari masyarakat. Kebijakan kenaikan harga BBM itu ranahnya pemerintah pusat, Tapi Pemkab Sumenep akan mengkomunikasikannya dengan pemerintah pusat. Selain itu akan menyampaikan surat secara administratif,” ujar Bupati Achmad Fauzi.

Fauzi menambahkan jika kebijakan BBM tetap tidak turun, seperti apa yang tertera pada point dua Pakta Integritas ini, bahwa Pemkab Sumenep wajib merecovery anggaran untuk mensubsidi BBM terhadap masyarakat. Khususnya (angkutan dan jasa, nelayan dan petani) melalui APBD kabupaten Sumenep.

“Kemarin kita coba membahas terkait dengan subsidi yang berkaitan dengan transportasi akibat kenaikan harga BBM. Apabila aspirasi adik-adik mahasiswa yang kita kirim surat administratif kepada pemerintah pusat tetap tidak ada perubahan, maka point dua, kita akan mengupayakan tetap bisa mengcover apa yang diharapkan oleh adik-adik PMII,” ujar nya.

Fauzi mengatakan inflasi ini sudah diperkirakan sejak awal. Misalnya melihat dari beberapa Negara yang saat ini sudah menaikkan harga BBM. “Sekitar satu bulan lalu, kita sudah membuat grup terkait dengan menjaga inflasi. Salah satunya terkait dengan BLT kita kucurkan pada bulan bulan ini sesuai dengan prediksi kita semua,” kata dia.

Disinggung terkait kemampuan APBD Sumenep, apakah rasional melakukan recovery subsidi BBM tersebut? Fauzi menjelaskan. Secara otomatis ini akan berdampak pada anggaran tahun 2023. Pasalnya, Dana Alokasi Umum (DAU) kita saja dipotong 3 persen, bukan hanya kabupaten Sumenep, tetapi semuanya.

“Jadi potongan DAU sebesar 3
persen memang diperuntukkan ke subsidi BBM. Semua Pemda pasti melakukan itu. Jadi potongan 3 persen ini akan menjadi BLT, menjadi subsidi, dan sebagainya. Yang pasti akan mensubsidi yang paling penting,” tegas Fauzi.

Ketika ditanya akan dapat berapa ploting anggaran DAU Sumenep? Fauzi hanya menegaskan itu akan dihitung ulang nanti, Soal dapat berapa pastinya DAU, itu kita hitung ulang. Yang jelas DAU itu akan dipotong. Ini akan berpengaruh pada kegiatan tahun 2023,” tutup Fauzi.

Sebelumnya dalam Pakta Integritas, PMII sebagai organisasi kemahasiswaan yang salah satunya berkonsentrasi dalam advokasi-advokasi kerakyatan. Dengan menaikkan harga BBM secara sepihak tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat, maka PMII menyatakan sikap kritis.

“Kami mengajak keterlibatan dan keikutsertaan Pemkab Sumenep supaya satu barisan dalam pernyataan sikap yang tertuang dalam Pakta Integritas ini, yakni menolak keras kenaikan harga BBM dengan pertimbangan bahwa segala bentuk kebijakan ini telah menciderai kepentingan-kepentingan rakyat,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, Pemkab Sumenep wajib merecovery anggaran untuk mensubsidi BBM terhadap masyarakat, khususnya (angkutan dan jasa, nelayan dan petani) melalui APBD Kabupaten Sumenep. (Aldo/Gim)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com