Dicari Kemana-Mana, Pria di Pagelaran Malang ini Ternyata Meninggal Membusuk di Kamarnya

Ilustrasi autopsi. (iStock)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Warga Desa Clumprit Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang dihebohkan adanya seorang pria meninggal di dalam kamar anak perempuannya dalam kondisi membusuk lebih dari dua hari.

Korban diketahui bernama Siswanto (52). Pria itu meninggal diketahui oleh putri pertamanya di kamarnya di Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang sekitar pukul 20.30 Wib, Sabtu (28/10/2023).

Kapolsek Pagelaran, AKP Totok Suprapto membenarkan. Totok mendapatkan laporan dari perangkat desa terkait penemuan warganya yang sudah meninggal beberapa hari.

“Korban pertama kali ditemukan oleh salah satu putrinya yang tinggal serumah dengannya. Dan korban merupakan pribadi yang pendiam ,” ujar Totok saat dikonfirmasi blok a com, Senin (30/10/2023).

Diungkapkan Totok, selama ini korban tinggal bersama kedua anak perempuannya. Dan menurut keterangan kedua anaknya kalau istri korban tengah merantau ke luar negeri.

Lanjut  korban sudah tidak terlihat sejak dua hari belakangan ini.

Kedua anak perempuannya sudah mencari kemana-mana. Namun korban tak kunjung ditemukan. Dan kondisi kamar korban dalam keadaan pintu terkunci.

“Kedua anak korban tak merasa curiga dengan kamar bapaknya dalam kondisi pintu terkunci .Dan kedua anaknya mencari kenana mana namun yang dicari tidak ada,” beber Totok.

Selang beberapa hari kemudian kedua anak korban mencium bau yang tidak sedap. Ternyata setelah dicari, sumber bau itu berasal dari kamar korban yang  dalam kondisi pintu terkunci.

Karena susah untuk dibuka, kedua anak perempuan korban meminta tolong kepada para tetangga untuk mendobrak kamar bapaknya.

“Curiga adanya bau tak sedap dan menyengat, sekitar pukul 20.30 Wib, kedua anak korban meminta tetangganya untuk mendobrak pintu kamar. Dan dijumpai bapaknya sudah kondisi meninggal,” terangnya

Saat pertama kali ditemukan, kondisi tubuh korban sudah mulai mengalami lebam-lebam seperti pembusukan.

Akhirnya pihak perangkat setempat melaporkan ke Polsek Pagelaran dan Petugas Puskesmas untuk membantu pemeriksaan dan proses evakuasi mayat pria tersebut.

”Jenazah korban dievakuasi ke puskemas Pagelaran untuk dilakukan pemeriksaan luar ,” terang Totok

Dari hasil visum luar yang dilakukan petugas kesehatan Puskesmas Pagelaran, tidak ditemukan tanda-tanda adanya luka karena penganiayaan.

“Berdasarkan keterangan kedua anak perempuan, korban  merupakan orang yang tertutup dan pendiam semasa hidupnya. Dan kedua anaknya tidak tahu penyakit yang diderita bapaknya hingga meninggal dunia.” imbuhnya .

Pihak keluarga menolak adanya upaya autopsi lanjutan kepada korban dan mengikhlaskan kepergian korban sebagai takdir. Sehingga penyebab pasti kematian dari korban hingga saat ini tidak diketahui.

“Keluarga korban tidak berkenan untuk korban dilakukan autopsi . Dan keluarga membuat surat peryataan bermaterai kalau korban meninggal karena takdir,” pungkasnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com