KOTA BATU – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini benar-benar dimanfaatkan Kota Batu untuk menggaet wisatawan. Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko memprediksi akan terjadi lonjakan jumlah wisatawan di Nataru tahun ini meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19.
Dewanti yakin target 2 juta kunjungan wisatawan untuk tahun 2020 akan bisa terlampaui. Pasalnya sejak dibukanya tempat wisata di Kota Batu banyak wisatawan yang mulai berkunjung, bahkan telah terjadi lonjakan wisatawan di beberapa titik tempat wisata.
“Potensi ledakan wisata masih ada di akhir tahun nanti. Melihat liburan sebelumnya, ternyata jumlah wisatawan sangat tinggi sehingga tidak menutup kemungkinan libur panjang masih bisa terjadi lonjakan wisatawan dari sebelumnya” ungkap Dewanti, Selasa (17/11).
“Potensi wisatawan high season sekitar kurang lebih 2 juta orang mungkin bisa lebih dari itu,” imbuhnya.
Terlebih, wisatawan yang biasanya berwisata ke luar negeri akan memilih dalam negeri. Sebab, kondisi pandemi covid-19 tidak memungkinkan mereka untuk berwisata ke luar negeri. Sehingga berwisata di dalam negeri menjadi pilihan wisatawan nantinya. Salah satunya Kota Batu.
“Kan banyak itu masyarakat yang kalau akhir tahun liburan ke luar negeri. Namun karena pandemi ini pasti mereka akan memilih berlibur di dalam negeri menikmati wisata lokal. Karena kan sangat berisiko juga berwisata keluar negeri di tengah pandemi ini,” katanya.
Menurut Dewanti, saat ini penginapan hotel berbintang, mulai dari bintang dua hingga lima di Kota Batu juga sudah mulai mengalami lonjakan pengunjung untuk akhir tahun mendatang.
“Padahal masih kurang satu bulan high season tapi kemarin saya dapat laporan untuk penginapan baik hotel bintang dua hingga lima itu sudah banyak yang penuh,” tandasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Dewanti juga akan berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) guna membicarakan tingkat okupansi. Sekaligus mulai merancang antisipasi keramaian dengan tetap penerapan ptotokol kesehatan secara ketat.
“Jangan sampai nanti terjadi kerumunan saat high season yang bisa menyebabkan Penyebaran Covid-19. Sehingga mulai saat ini kami juga tengah mempersiapkan skema protokol Kesehatan secara ketat guna meminimalisir Penyebaran Covid-19 di Kota Batu,” pungkasnya.







Balas
Lihat komentar