Kabupaten Malang, blok-a.com – Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, membawa sembilan inovasi unggulan dalam Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.
Sembilan inovasi tersebut menjadi kekuatan Desa Kebobang dalam menunjukkan praktik pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat. M@ulai dari pengembangan ekonomi, pelayanan publik, lingkungan, hingga kesehatan.
Salah satu inovasi yang dipaparkan Kepala Desa Kebobang adalah Keris (Kawasan Ekonomi Terintegrasi) yang mengintegrasikan berbagai potensi ekonomi desa.
Di sektor pelayanan publik, Desa Kebobang memiliki Gempita, inovasi digital yang memungkinkan masyarakat mendapatkan layanan administrasi desa secara cepat. Proses pelayanan bahkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 15 menit.
Desa Kebobang juga mengembangkan Kampung Tematik berbasis potensi lokal serta eduwisata melon hidroponik berbasis Internet of Things (IoT). Kedua inovasi tersebut dikembangkan tidak hanya untuk edukasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Sementara di bidang lingkungan, Desa Kebobang menjalankan gerakan Sodaqoh Sampah yang didukung 15 bank sampah.
Untuk sektor kesehatan, inovasi Sultan Kebobang dan Sendok Emas menjadi bagian dari upaya menekan angka stunting. Hasilnya, jumlah anak stunting di Desa Kebobang turun dari 29 anak pada 2024 menjadi 22 anak pada 2025.
Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mengapresiasi berbagai inovasi yang dikembangkan Desa Kebobang. Ia mengatakan, capaian tersebut menunjukkan potensi desa sebagai pusat inovasi sekaligus penggerak pembangunan dari tingkat paling bawah.
“Yang dilakukan Desa Kebobang ini merupakan praktik baik yang patut diapresiasi. Inovasi yang lahir dari kebutuhan masyarakat harus terus dikembangkan agar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” kata Lathifah.
Lathifah menambahkan, Pemkab Malang tidak ingin inovasi Desa Kebobang berhenti sebagai prestasi dalam ajang tingkat nasional. Berbagai praktik yang terbukti memberikan manfaat akan didorong untuk direplikasi ke desa lain dengan karakteristik dan potensi serupa.
Replikasi tersebut akan diperkuat melalui dukungan kebijakan, termasuk Peraturan Bupati (Perbup), RKPD, serta dukungan anggaran dari perangkat daerah terkait.
“Harapannya, inovasi Desa Kebobang tidak hanya menjadi kebanggaan Desa Kebobang, tetapi juga dapat ditularkan kepada desa-desa lainnya. Tentunya dengan menyesuaikan karakteristik, potensi, dan kebutuhan masing-masing desa,” tambahnya.
Ia mengungkapkan, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur. Kreativitas, inovasi, kolaborasi, serta kemampuan pemerintah desa dalam mengoptimalkan potensi masyarakat dan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pembangunan.
”Berbagai inovasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik, ekonomi lokal, lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya. (yog)









