Dermaga dan Gudang Pelabuhan Probolinggo Diperluas, Ini Proyeksinya

Gubernur Khofifah saat groundbreaking gudang pelabuhan Probolinggo.

Probolinggo, blok-a.com – Konektivitas transportasi di sektor pelayaran Jawa Timur, terus dibenahi. Salah satunya, area gudang dan dermaga II di Pelabuhan Probolinggo.

Pelabuhan Probolinggo ini memiliki peran yang sangat penting untuk menunjang kelancaran distribusi logistik dari dan ke wilayah Jawa Timur dan antar negara.

Lokasi Pelabuhan di Kota Probolinggo ini dinilai strategis sebagai back up Pelabuhan Tanjung Perak karena memiliki potensi yang besar sebagai pintu gerbang dari wilayah-wilayah hinterland-nya yang meliputi Probolinggo, Jember, Pasuruan, Situbondo dan Lumajang.

Tingkat pemakaian atau Berth Occupancy Ratio (BOR) Dermaga 2 Pelabuhan Probolinggo di tahun 2022 sudah sebesar 68% dengan jumlah volume bongkar muat sebesar 2 juta ton dan berpotensi naik pada Tahun 2023.

Sesuai Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan laut nomor: UM.002/38/18/DJPL-11 tentang Standar Kinerja Pelayanan Operasional Pelabuhan, nilai kinerja dermaga di atas 70% perlu dilakukan pengembangan.

Untuk itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, melalui Dinas Perhubungan pada TA Anggaran 2023 ini mengembangkan Pelabuhan Probolinggo ini.

Pengembangan itu meliputi perpanjangan Dermaga 2 sebesar 92 x 31 m2, peningkatan kapasitas menjadi 50.000 DWT di sisi depan dan 20.000 DWT di sisi belakang.

Sebelumnya, dermaga 2 eksisting saat ini berukuran 305 x 31 m2 dengan kapasitas 25.000 DWT di sisi depan dan 20.000 DWT di sisi belakang.

Selain itu juga akan dilakukan Perpanjangan Dermaga 1 sebesar 15 x 30 m2 dengan kapasitas yang ditingkatkan menjadi 10.000 DWT baik pada sisi depan dan belakang dari eksisting saat ini berukuran (93 x 18.5) dengan kapasitas 1.000 DWT baik pada sisi depan dan belakang serta (43 x 30) m2 dengan kapasitas 10.000 DWT.

“Dan tahun ini Pemprov Jatim membangun 1 unit gudang tertutup berukuran 100 x 60 m2 sebagai pelengkap 2 unit gudang tertutup eksisting yang masing-masing berukuran 60 x 24 m2,” ujarnya.

Proyeksinya untuk melayani angkutan pelayaran perintis seperti Probolinggo-Pulai Giliketapang-Pulau Gilimandangin-Trunojoyo Taddan-Branta.

Selain itu Pelabuhan akan mendukung akses ke pariwisata ke Pulau Gili Iyang, Bromo, pariwisata pantai atau snorkling di Pulau Giliketapang.

Ke depan Pelabuhan Probolinggo, diharapkan mengurangi kepadatan Pelabuhan Tanjung Perak. Karena pelabuhan Probolinggo ini mampu membantu bongkar muat untuk wilayah Pasuruan – Probolinggo – Situbondo – Bondowoso dan sekitarnya.

“Kami optimis ada pelebaran perdagangan ekonomi dan memperlancar mobilitas masyarakat,” pungkasnya, Jumat (4/8/2023) saat groundbreaking di Pelabuhan Probolinggo.(kim)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com