Deretan Fakta Di Balik Terungkapnya Penjual Dawet Kanjuruhan

Penjual Dawet Kanjuruhan Fakta tragedi kelam kanjuruhan PSI
Sosok penjual dawet Kanjuruhan, Suprapti minta maaf (ist.)

blok-A.com – Sosok penjual dawet dalam Tragedi Kelam Kanjuruhan yang sebelumnya menjadi misterius kini telah terungkap. Pengungkapan tersebut diunggah oleh akun Twitter @AremaniaCulture pada Rabu (12/10/2022).

“Masih ingat rekaman suara yang viral memberikan kesaksian terkait tragedi di kanjuruhan dan mengaku sebagai penjual dawet? Berikut video yang bersangkutan meminta maaf ke salah satu keluarga korban yaitu mas Nawi Curva Nord,” tulis @AremaniaCulture dalam keterangan video.

https://twitter.com/AremaniaCulture/status/1580092662299840512 (link twitter)

Sebelumnya, penjual dawet tersebut menjadi viral lantaran rekaman kesaksian palsunya yang menyalahkan Aremania atas tragedi kelam tersebut. Alhasil, rekaman itu pun viral dan banyak diperbincangkan.

“Wong suporter sakdurunge wis ngombe kabeh (suporter sebelumnya sudah pada minum). Yang meninggal pun itu banyak yang berbau alkohol,” kata si penjual dawet dalam rekaman suara itu.

Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak deretan fakta dibalik terungkapnya penjual dawet dalam Tragedi Kelam Kanjuruhan yang telah dirangkum blok-A.com seperti berikut.

  1. Seorang Anggota Partai PSI
    Seorang wanita yang mengaku sebagai penjual dawet di Pintu 3 Stadion Kanjuruhan itu ternyata merupakan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Malang. Wanita itu bernama Suprapti Fauzi. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Ketua DPD PSI Kabupaten Malang, Yosea Suryo Widodo, Rabu (12/10/2022).
  2. Minta Maaf Kepada Korban
    Suprapti mengaku merasa ketakutan setelah rekamannya viral di media sosial. Oleh karena itu, dirinya mengunjungi rumah keluarga Nawi, dirigen Curva Nord Aremania yang menjadi korban Tragedi Kanjuruhan untuk meminta maaf.

Dalam video yang beredar, Suprapti tampak bersimpuh sambil memohon kepada keluarga korban agar dimaafkan. Bahkan Suprapti juga sempat menangis histeris dalam pelukan keluarga korban tersebut.

  1. Tak Diakui oleh DPP PSI
    Ketua DPD PSI Kabupaten Malang, Yosea Suryo Widodo, angkat bicara atas kasus penjual dawet yang menyeret nama partai PSI. Dalam keterangan tertulis yang diunggah oleh DPP PSI, ia menegaskan bahwa Suprapti sudah bukan anggota kepengurusan PSI.

“Ibu tersebut sudah bukan pengurus PSI sejak 22 Juni 2020. Kami sedang mengecek di sistem keanggotaan PSI. Jika benar masih tercatat, kami segera pecat!,” kata Ketua DPD PSI Kabupaten Malang Yosea Suryo Widodo.

Lebih lanjut, DPP PSI juga mengaku bahwa pihaknya sejak awal telah mendukung pengusutan tuntas hilangnya ratusan nyawa dalam Tragedi Kanjuruhan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab harus diberi sanksi.

  1. Publik Berharap Ada Proses Hukum
    Meskipun telah menyampaikan permintaan maafnya, publik berharap agar penjual dawet gadungan alias Suprapti Fauzi ini mendapat hukuman karena telah menyebar fitnah dan bisa menjadi pelajaran agar tak diulangi kembali.

“Memenuhi UU ITE nih, menyebarkan berita bohong/Hoax. Laporkan saja,” tulis @xboripx.

“Proses hukum aja, karena sudah buat berita bohong dan menjurus fitnah,” lanjut @agomala.

“di penjara aja bisa gak sih? kesaksian palsu,” ujar @Saladinarmy

(hen)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.