BLOK-A – Belakangan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) ramai membicarakan wisuda daring yang dinilai merugikan. Bagaimana tidak, biaya wisuda dilakukan secara offline. Toga yang dijanjikan pun hingga kini belum diterima calon wisudawan.
Mohon perhatian bagi #TemanUB peserta wisuda periode IX, X, XII dan XII tahun Akademik 2019/2020, prosesi wisuda akan dilaksanakan secara daring sesuai jadwal sebagai berikut : pic.twitter.com/j1YX9g5u8X
— Universitas Brawijaya (@UB_Official) October 16, 2020
Belum selesai masalah ini, ternyata ada kejanggalan pula dalam website form Konfirmasi Pelaksanaan wisuda UB.
Website Konfirmasi Pelaksanaan wisuda UB (Universitas Brawijaya) terlihat tidak memiliki privasi atau open public. Ini jelas berpotensi membahayakan data wisudawan
Penjelasannya, jika dibuka link https://ub.ac.id/id/pengumuman-pelaksanaan-wisuda-daring-t-a-2019-2020/ wisudawan akan diarahkan menuju link form Konfirmasi Pelaksanaan wisuda dengan lengkap dan benar melalui link ;. Saat di klik, pendaftar akan masuk ke halaman http://bak.ub.ac.id/wisuda/ , kemudian pilih klik periode berapapun dan klik list peserta.
Jika Anda cermat, maka anda akan curiga dengan database wisudawan yang open public. Terutama saat mengklik menu aksi di biodata wisudawan manapun. Akan muncul pop up edit peserta, dan tragisnya data ini bisa diedit sesuka hati dan fatalnya data yang telah diedit otomatis bisa tersimpan.
Menurut DA salah satu praktisi IT yang tidak mau diungkapkan mengatakan, data wisudawan yang open public ini bisa berbahaya. Terutama dalam data itu muncul nama lengkap hingga nomor handphone. Terkesan seperti tampilan yang harusnya hanya dimiliki admin.
“Website ini seakan-akan dibuat tergesa-gesa, tidak ada planning yang cukup matang. Kesalahan membuka data seperti ini bisa berbahaya bagi pemilik datanya. Dan ini sifatnya WAJIB harus segera dibenahi.”
Hingga Minggu (18/10) pukul 02.00 Blok-A belum melihat ada perbaikan dari tim teknis UB (Universitas Brawijaya). Jika masih saja begini, bisa-bisa bukan cuma rugi bayar wisuda nih. Mahasiswa juga dirugikan secara database nggak sih?












Balas
Lihat komentar