Dari Keluhan Masyarakat, Formasumut Se-Malang Raya Beri Sinyal Aksi Terkait Naiknya Harga BBM Subsidi Naik

Mahasiswa Sumatera Utara (Formasumut) Se-Malang Raya, Ridha Zikri (dok. Ridha Zikri for blok-A.com)

Kota Malang, blok-A.com – Harga BBM subsidi kini mulai membuat masyarakat resah. Sebab kenaikan harga BBM subsidi itu masih belum diikuti oleh naiknya komoditas lain.

Hal tersebut dikeluhkan seorang penjual sayur keliling Shaleh (31) di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. DIa mengaku sejak naiknya harga BBM subsidi, dia kesusahan.

Alasannya, bahan sayurnya juga tidak ikut naik. Dia saat berkeliling untuk mencari modal atau bahan yang dijual, harga sayur tetap sama. Padahal, untuk berkeliling itu bensin yang dia gunakan dari pasar ke pasar sudah naik harganya. Keluhan tersebut ia sampaikan Keluhan tersebut disampaikannya ke Ketua Umum Forum Mahasiswa Sumatera Utara (Formasumut) Se-Malang Raya, Ridha Zikri, Rabu (7/09/2022).

“Begini mas, saya itu dari pagi subuh itu dari pasar ke pasar sudah nyari bahan sayuran dan lain-lain untuk dijual. Itu habis berapa liter belum juga kelilingnya untuk menjual. Harganya sama, tapi BBM yang buat saya jalan ini naik. Tentu saya beberapa hari ini merugi,” ujarnya.

Dia menambahkan, dia untuk mengantisipasi kerugian itu, kini harus mengurangi rute kelilingnya untuk mencari bahan sayur yang dijual. Selain itu, dia juga tidak berkeliling ke sejumlah kampung ke kampung lainnya.

“Saya sekarang hanya ke satu atau dua kampung. Ya harus habis di situ. Gak kayak dulu kalau gak habis saya pasti keliling ke banyak kampung. Sekarang kalau keliling ke banyak kampung habis bensin saya mahal pula,” tuturnya.

Ketika kehabisan BBM tersebut, Shaleh pun juga mengeluh. Sebab, dia harus mengantre cukup panjang di SPBU. Alhasil waktu istirahatnya kini berkurang karena untuk mengantre BBM di SPBU saat malam.

“Antrenya cukup panjang mas. Dan itu membuat waktu saya tersita yang biasanya untuk istirahat jadi untuk antre BBM yang buat kerja ini. Udah antre mahal pula,” tuturnya.

Untuk itu, dia ingin pemerintah memperhatikan nasibnya. Dia ingin pemerintah juga menaikkan harga komoditas lainnya jika BBM dinaikkan.

“Supaya seimbang lah mas. Kalau hanya bensin yang naik kami tidak, ya kami yang rugi. Pemerintah mohon diperhatikan nasib saya ini,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Umum Formasumut Se-Malang Raya, Ridha Zikri mengatakan, Shaleh bukanlah satu-satunya masyarakat yang menjerti akibat adanya kebijakan naiknya harga BBM subsidi.

“Kami juga ke petani dan juga sejumlah pekerja lainnya. Intinya satu semuanya mengeluh naiknya harga BBM subsidi. Nasib mereka ini harus diperhatikan,” ujarnya.

Mendapat keluhan tersebut, Ridha pun segera menggelar kajian ilmiah terkait dampak naiknya harga BBM subsidi ini di Malang. Dalam waktu dekat anggotanya akan dikumpulkan dan akan dilakukan diskusi.

“Dengan naiknya harga BBM ini, kita khawatirkan daya beli masyarakat juga menurun di masa pemulihan ekonomi sekarang. Seperti Pak Shaleh tadi yang setiap harinya harus mengawasi ladangnya, harga jual hasil ladang murah, BBM malah naik. Ini yang terdampak bukan kalangan bawah saja, kalangan menengah juga. Oleh karena itu, kami dari Forum Mahasiswa Sumatera Utara akan segera lakukan kajian ilmiah karena latar belakang kami sebagai kaum terpelajar,” paparnya.

Dia juga menyampaikan,setelah hasil dikusi ilmiah itu, Formasumut akan turun ke jalan. Hasil kajian dan diskusi ilmiah serta observasi di lapangan itu akan dia sampaikan ke wakil rakyat di Kota Malang atau DPRD Kota Malang. Dalam waktu dekat mereka akan menggelar aksi.

“Adapun untuk tuntutan, kami menuntut Pemerintah Kota Malang dan teman2 DPRD untuk sesegera mungkin untuk meneruskan pesan penolakan kenaikan harga BBM oleh masyarakat ini ke Pusat,” tutupnya. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.