Kota Malang, blok-A.com – Bayu Diktiarsa mengeluh. Dia sudah tiga hari ini kekurangan air.
Warga Perumahan Grand Hill, Kelurahan Wonokoyo Kecamatan Kedungkandang Kota Malang ini pun harus rela merogoh kocek untuk keperluan airnya. Padahal sebelumnya dia sudah berlangganan air PDAM Kota Malang.
Namun tiga hari terakhir airnya mati.
“Sudah hari Sabtu mas air mati sampai hari ini juga dan terpaksa memakai air cadangan dan ini sudah mau habis” kata Bayu, Selasa (13/09/2022).
Air cadangan itu pun kini mau habis. Namun air PDAM Kota Malang pun belum teraliri. Untuk itu dia telah melapor kejadian air mati ini ke Ombudsman Jawa Timur.
Sebab, matinya air PDAM Kota Malang ini bukan pertama kali. Sudah berkali-kali terjadi dan tidak ada solusi yang pasti dari PDAM Kota Malang untuk memperbaiki pelayanannya.
“Baru saja saya lapor karena selalu saja masalah air mati ini atau pipa pecah tak kunjung ada solusi jelas,” ujarnya.
Sementara untuk tidak teralirinya air PDAM Kota Malang beberapa hari ini, Bayu mengetahui penyebabnya. Dia mendengar, tandon air Simpar di Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang yang disegel oleh warga dan petani.
“Iya dengarnya seperti itu,” tuturnya.
Sementara itu memang benar pernyataan dari Bayu. Sebab, seperti diberitakan sebelumnya Forum Penyelamat Sumber Pitu menyegel tandon air Simpar. Ada spanduk bertuliskan “Kembalikan Sumber Pitu, Petani Juga Butuh Air” berukuran 3 x 1 meter.
Ketua Tim Advokasi Forum Penyelamat Sumber Pitu, Zulham Mubarak sejak Jumat minggu lalu warga petani sudah menutup akses tandon air di Tandon Air Simpar.
“Dan kemarin Senin (12/09/2022) cuma kami segel saja dengan spanduk itu,” tuturnya.
Zulham menjelaskan, konsekuensi dari ditutupnya akses air ditandon itu adalah kurang lebih tiga ribu warga di Kota Malang tidak teraliri air.
Zulham pun tahu konsekuensinya. Namun keputusan itu dilakukan karena PDAM Kota Malang dituding tidak bertanggung jawab. Sebab, PDAM Kota Malang telah mengambil mata air di Sumberpitu di wilayah Kabupaten Malang.
“Namun tidak membayar retribusi dan itu dikomersialkan,” ujarnya.
Selain itu, janji ke para petani dan warga saat membangun tandon itu tidak terealisasi hingga kini. Kata Zulham, saat 2015 waktu pembangunan PDAM Kota Malang, PDAM Kota Batu dan BBWS Brantas berjanji akan membangunkan jaringan air dan juga embung air.
“Tapi ini sudah terlalu lama mas sudah tujuh tahun,” tuturnya.
Sementara itu, Humas PDAM Kota Malang, Neni menjelaskan, untuk matinya air itu PDAM Kota Malang sedang bergerak untuk menyelesaikan.
Saat ini Neni sedang rapat dengan BBWS Brantas terkait permalasahan Tandon Air Simpar.
“Iya ini masih rapat mas. Semoga cepat selesai,” ujarnya ke blok-A.com, Selasa (13/09/2022).
Untuk rumah terdampak akibat penyegelan Tandon Air Simpar itu, Neni mengatakan, ada 2500 rumah terdampak. Semuanya ada di Kota Malang sisi timur.
“Dan untuk solusinya saat ini sementara kami kirim tangki air by request. Kalau ada yang request ke kami pasti akan kami kirim tangki air,” tutupnya. (bob)










Balas