Kota Malang, blok-a.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang akan melanda beberapa wilayah di Jawa Timur.
Cuaca ekstrem tersebut dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung hingga hujan es.
Dalam rilis tersebut, cuaca ekstrem berpotensi melanda hampir seluruh kota yang ada di Jawa Timur, termasuk Kota Malang. Ditambah dengan beberapa wilayah memasuki puncak musim hujan pada periode ini.
“Adanya beberapa fenomena gelombang atmosfer seperti Kelvin, Equatorial Rossby dan MJO yang melintasi Jawa Timur mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan-awan penghujan di wilayah Jawa Timur,” ujar Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan melalui pernyataan resminya.
Selain itu, kondisi ini didukung dengan aktifnya Monsun Asia yang menambah suplai uap air, serta suhu muka laut di perairan sekitar Jawa Timur yang hangat sehingga terjadi peningkatan suplai uap air ke atmosfer untuk pertumbuhan awan. Selain itu wilayah Jawa Timur masih terkena dampak tidak langsung bibit siklon tropis 93S yang berada di Samudera Hindia Barat Australia.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama sepekan ke depan. Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang.
Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno menyampaikan rilis tersebut sudah diinformasikan kepada stake holder wilayah untuk antisipasi cuaca ekstrem tersebut.
“Sudah kami share agar di kewilayahan juga siaga, utamanya di spot area rawan bencana,” ujar Prayitno, Minggu (15/12/2024).
Ia menambahkan, pihaknya juga sudah memetakan titik-titik wilayah yang berpotensi terdampak dengan adanya cuaca ekstrim ini. Yakni antara lain kawasan Ketawang Gede, Sumbersari, Oro-Oro Dowo hingga Penanggungan (Sepanjang Jalan Veteran).
“Untuk kawasan persawahan yang rawan terdampak cuaca ekstrem terdapat di daerah Gadang, Bumiayu, Mulyorejo, Bakalan Krajan, Tasikmadu dan Tunggulwulung,” tukasnya. (yog/bob)









