MALANG – Pentingnya pelatihan media pembelajaran bagi guru Mandarin disadari Universitas Negeri Malang (UM). Melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin UM, guru Mandarin se-Malang Raya pun diikutkan pelatihan secara daring.
Pelatihan tersebut untuk merumuskan formula media pembelajaran terbaik selama masa pandemi Covid-19 dimana seluruh pembelajaran dilakukan secara daring.
Ketua MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Malang, Virly Listiya Ningrum, SPd mengatakan, saat ini dalam menghadapi era MEA (Masyarakat ekonomi Asean) dunia kerja memiliki persaingan sangat ketat.
“Kami selaku guru Bahasa Mandarin memerlukan media yang sesuai dengan ketrampilan siswa. Namun pada kenyataannya sulit untuk mendapatkan media yang sesuai,” ujar Virly.
Pelatihan ini dilangsungkan karena adanya guru Mandarin yang menghadapi berbagai macam tantangan dan kendala selama mengajar bahasa asing pasca pandemi Covid-19. Guru dinilai memerlukan alat bantu pembelajaran guna mempermudah penyampaian materi kepada siswa.
Namun, dengan perkembangan penelitian tentang media, penggunaan media yang interaktif dan beragam lebih memaksimalkan dalam menyampaikan materi dan lebih diminati oleh siswa.
Pernyataan tersebut menekankan peranan media sangatlah penting dalam pengajaran bahasa asing. Dengan perkembangan yang cepat dari reformasi kurikulum pendidikan internasional, penggunaan media pengajaran yang dioptimalkan juga mendapat perhatian yang lebih.
Saat ini masuknya bahasa Mandarin dalam kurikulum SMA masih sangat baru, sehingga media pembelajaran juga terbatas.
“Pelatihan penerapan dan pembuatan media bahasa Mandarin sangat kami butuhkan demi menunjang proses pembelajaran yang maksimal,” tambahnya.
Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang pun melaksanakan pelatihan media kepada Guru guru SMA se-Malang Raya dengan judul Pelatihan Penerapan 汉语媒体 [Hanyu Meiti] bagi Guru Bahasa Mandarin se-Malang Raya. Pelatihan ini diikuti total 12 guru lewat webinar.
Pihak UM bekerjasama dengan anggota MGMP Bahasa Mandarin Kota Malang. Pelatihan ini menggunakan media yang disesuaikan dengan kebutuhan guru dalam mengajarkan ketrampilan berbahasa Mandarin dan disesuaikan dengan kemampuan siswa.
Media yang dikenalkan kepada para guru diprioritaskan media yang berbasis IT sehingga media dapat menunjang pembelajaran dan dapat digunakan di masa pembelajaran online.
Medianya terdiri dari dua media autoplay, media ini memiliki materi yang sangat interaktif sesuai dengan keterampilan yang sesuai dengan siswa SMA.
Apabila siswa dapat menguasai bahasa Mandarin dengan baik maka akan sangat potensial. Artinya, kata dia, Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan dihasilkan oleh generasi muda saat ini berpeluang besar untuk dapat bersaing dengan baik.
“Oleh karena itu kami berharap untuk kedepannya saling menjalin komunikasi dan informasi antara MGMP Bahasa Mandarin Malang dengan Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UM mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa mandarin,” tandas Virly.










Balas
Lihat komentar