Mojokerto, blok-a.com — Bus Trans Jatim Koridor VI yang menghubungkan Mojokerto – Porong, Sidoarjo, sepanjang 45 kilometer resmi beroperasi. Layanan ini diluncurkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Terminal Mojosari, Senin (26/5/2025). Tiket bus akan digratiskan selama sepekan hingga 1 Juni mendatang.
Berbeda dari koridor sebelumnya, layanan terbaru ini diberi nama “Patih Gajah Mada” dan dirancang untuk memperkuat konektivitas antarkawasan industri dan permukiman padat penduduk.
Total terdapat 58 titik pemberhentian dengan 15 armada aktif dan 1 bus cadangan yang beroperasi setiap hari pukul 05.00–21.00 WIB, dengan waktu tunggu antarbus 15–20 menit.
Khofifah menyebut peluncuran koridor baru ini sebagai bentuk respons terhadap aspirasi pekerja kawasan industri Ngoro yang selama ini kesulitan akses transportasi massal.
“Sudah beberapa kali disampaikan kepada kami agar Trans Jatim melayani area industri di Ngoro,” kata dia.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, mengatakan bus dilengkapi sejumlah fasilitas modern, seperti AC, CCTV, area ramah disabilitas, serta sistem keamanan berbasis kecerdasan buatan.
“Kami memasang kamera AI untuk memantau kecepatan bus dan mendeteksi pelanggaran saat operasional,” ujarnya.
Tarif Trans Jatim Koridor VI tetap terjangkau. Yakni Rp 5.000 untuk umum dan Rp 2.500 untuk pelajar atau santri. Penumpang yang berganti koridor dalam waktu kurang dari dua jam cukup menunjukkan tiket sebelumnya tanpa perlu membayar ulang.
Rute dari Terminal Kertajaya Mojokerto hingga Terminal Porong melewati sejumlah titik strategis, termasuk kawasan industri Ngoro, RS Bhayangkara, dan Pasar Legi.
Rute sebaliknya juga melewati titik-titik padat seperti Gempol, Carat, hingga Terminal Mojosari.
Kehadiran Trans Jatim Koridor VI diharapkan menjadi solusi transportasi publik yang aman, murah, dan efisien bagi warga Mojokerto dan sekitarnya.(sya/lio)









