Bupati Sidoarjo Evaluasi Kinerja Delta Tirta, Tekan Kebocoran dan Perluas Jaringan

Bupati Sidoarjo Subandi saat kegiatan apel akbar peringatan HUT ke-48 Perum Delta Tirta Sidoarjo, Senin (6/7/2026) (foto: Blok-a.com/Fahmi)
Bupati Sidoarjo Subandi saat kegiatan apel akbar peringatan HUT ke-48 Perum Delta Tirta Sidoarjo, Senin (6/7/2026) (foto: Blok-a.com/Fahmi)

Sidoarjo, Blok-a.com – Persoalan tingkat kebocoran jaringan serta rendahnya cakupan layanan yang terjadi pada perusahaan air bersih Perumda Delta Tirta Sidoarjo, dinilai sebagai pekerjaan rumah yang harus segera ditangani. Kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi menejemen Perumda Delta Tirta untuk berbenah dalam peningkatkan pelayanan kepada masyarakat Sidoarjo.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo, Subandi saat kegiatan apel akbar peringatan HUT ke-48 Perum Delta Tirta Sidoarjo, Senin (6/7/2026).

“Layanan yang saudara berikan bukan sekadar urusan bisnis perusahaan daerah, tetapi juga pelayanan terhadap masyarakat,” pesan Bupati Subandi.

Ditegaskan pula tiga hal penting yang wajib menjadi pedoman kerja dari manajemen dan pegawai Perumda Delta Tirta Sidoarjo.

Pertama, perkuat kedisiplinan. Yakni kedisiplinan waktu, prosedur dan tanggung jawab kerja tanpa toleransi.

Berikutnya peningkatkan koordinasi antar-divisi. Bagi Subandi, koordinasi dan komunikasi yang kokoh penting untuk ditingkatkan. Agar setiap kendala teknis dapat diurai dengan cepat.

“Ketiga, perkokoh komitmen pelayanan yang responsif. Setiap pegawai, dari jajaran direksi hingga petugas lapangan, harus memiliki komitmen yang sama, yaitu memberikan pelayanan yang terbaik, cepat, dan peka terhadap pelanggan. Jangan biarkan aduan masyarakat menggantung tanpa kejelasan dan solusi,” tegasnya

Ia berharap, perusahaan air minum milik daerah tersebut, bisa terus berbenah. Ada beberapa hal yang menjadi catatan. Di antaranya masalah cakupan layanan yang harus ditingkatkan.

Karena dalam penilaiannya masih rendahnya cakupan layanan Perumda Delta Tirta yang baru mencapai sekitar 35 persen. Selain itu, tingkat kebocoran air yang masih berada di angka 38 persen, dinilai sebagai pekerjaan rumah yang harus segera ditangani.

“Untuk itu, kedua persoalan tersebut membutuhkan langkah-langkah konkret agar kualitas pelayanan kepada pelanggan dapat terus meningkat. Hal itu penting dilakukan seiring dengan perkembangan kebutuhan di masyarakat.
Selain karena cakupan layanan yang masih 35 persen, tingkat kebocoran air juga masih cukup tinggi sekitar 38 persen. Ini menjadi PR yang harus segera dibenahi,” tegasnya. (Fah)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com