Kota Malang, blok-a.com – Perum Bulog Malang memastikan ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah Malang Raya aman hingga panen tahun depan. Bahkan, stok di gudang dinilai surplus sehingga masih mampu menopang kebutuhan masyarakat di tengah tingginya harga beras di pasaran.
Kepala Perum Bulog Malang, M Nurjuliansyah Rahman, mengungkapkan hingga saat ini pihaknya telah menggelontorkan ribuan ton beras SPHP ke pasar tradisional maupun titik distribusi luar pasar. Di Kota Malang saja, jumlahnya mencapai 261 ton, sementara total penyaluran di wilayah kerja Bulog Malang sudah lebih dari 2.000 ton.
“Stok di gudang Bulog sangat mencukupi. Total kami memiliki sekitar 68 ribu ton yang tersimpan di empat gudang wilayah Malang. Ketersediaan ini aman hingga akhir tahun bahkan sampai panen tahun depan,” ujar Nurjuliansyah.
Meski demikian, perbedaan harga di pasaran masih menjadi keluhan sebagian masyarakat. Ia menjelaskan bahwa harga tebus di gudang Bulog ditetapkan Rp11.000 per kilogram, sedangkan pedagang pengecer masih diperbolehkan mengambil margin asalkan sesuai aturan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Untuk satu kantong beras 5 kilogram, harga maksimal yang boleh dijual ke konsumen Rp62.500. Jadi masih dalam batas HET Rp12.500 per kilogram,” jelasnya.
Bulog Malang menargetkan penyaluran SPHP mencapai 23 ribu ton hingga akhir 2025. Dengan stok yang mencapai 68 ribu ton, kondisi ini disebut sangat aman bahkan berlebih. Namun, Nurjuliansyah tak menampik bahwa kondisi pasar juga dipengaruhi kelangkaan beras medium, sehingga harga premium masih bertahan tinggi.
“SPHP itu tergantung kebutuhan konsumen, kami tidak memetakannya. Hanya saja, memang kondisi beras medium sekarang agak langka,” katanya.
Terkait kebijakan operasi pasar murah, ia menilai segmentasi pembeli di pasar tradisional berbeda dengan masyarakat yang membeli di luar pasar. Oleh karena itu, penyaluran beras SPHP dilakukan secara merata agar dapat menekan inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
“Kalau di luar pasar, tujuan kami memang untuk menekan kenaikan harga beras. Sementara pasar tradisional tetap rutin kami gelontorkan stok,” pungkasnya. (yog/bob)










Balas
Lihat komentar