MALANG – Korban meninggal kecelakaan Kereta Api (KA) Dhoho – Penataran versus mobil Daihatsu Xenia di Sumberpucung, Kabupaten Malang bertambah. Setelah sebelumnya dilaporkan ada seorang penumpang yang meninggal, kini dua penumpang lain dinyatakan meninggal usai dilarikan ke rumah sakit, Kamis (10/9).
Keduanya menghembuskan nafas terakhir ketika mendapat perawatan intensif di RSUD Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang.
“Berdasar laporan terbaru, korban jadi tiga orang. Dua orang meninggal di rumah sakit, seorang meninggal di lokasi kejadian tabrakan,” urai Kasubbag Humas Polres Malang Iptu Bagus Wijanarko, Kamis (10/9).
Seperti diberitakan sebelumnya, Daihatsu Xenia bernopol N 1785 EU terpental sekitar 250 meter setelah melewati perlintasan tanpa palang pintu kereta api di daerah Dusun Kebonsari, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.
Kejadian naas ini sendiri terjadi sekitar pukul 11.49 WIB. Satu penumpang mobil yang langsung meninggal di lokasi kejadian adalah SR (39), perempuan asal Kepanjen, Kabupaten Malang.
Sedangkan SJ (52) si supir meninggal usai sempat dirawat di rumah sakit. Sementara satu korban meninggal termasuk M (6), salah satu bocah yang ikut naik dalam mobil Xenia yang terlibat kecelakaan itu.
“Sementara, penumpang mobil lain alami luka-luka berat kini dirawat di Rumah Sakit,” tambah Bagus.
Diketahui, kereta api Dhoho – Penataran itu melintas cepat dari arah Timur ke Barat. Di waktu bersamaan, mobil Xenia melintas, sehingga tabrakan antara mobil dan kereta tidak terhindarkan.
“Mobilnya terseret hingga kurang lebih 200 meter dan mengakibatkan 1 orang meninggal dunia di TKP dan 6 luka berat,” ujar Kapolsek Sumberpucung, AKP Effendy Budi Wibowo SE.
Polisi pun langsung mendatangi dan mengamankan TKP pasca mendapat laporan dari warga. Korban meninggal maupun yang mengalami luka berat langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD kanjuruhan.
“Diduga mobil Xenia hitam ini saat melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu tidak menyadari bersamaan kereta api Penataran melintas dari arah Kepanjen menuju Blitar, sehingga tabrakan tidak terhindarkan,” pungkas Effendy.



