Sidoarjo, Blok-a.com – BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sidoarjo melaunching program Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Gardu Sosial di Lingkungan RT/RW dan Rumah Ibadah. Peluncuran program tersebut sebagai upaya menekan angka kemiskinan akibat resiko kerja sekaligus perlindungan bagi tenaga kerja.
Diketahui, saat ini peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Sidoarjo mencapai 487 ribu peserta atau 39,60 persen. Namun masih terdapat sekitar 631 ribu masyarakat yang belum terlindungi.
“Masih banyak masyarakat yang perlu kita dorong agar mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Jika tidak segera dilindungi, kedepan bisa menjadi potensi munculnya kemiskinan baru,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo, Arie Fianto Sofyan, saat kegiatan peluncuran program Gardu Sosial di Tugu Jayandaru, Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo, Minggu (21/6/2026).
Arie menjelaskan, melalui GARDU Sosial RT/RW dan rumah ibadah, diharapkan bisa menjadi pusat edukasi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan pekerja.
“Kami berharap ekosistem rumah ibadah dan RT/RW ini menjadi role model bagi wilayah lain di Kabupaten Sidoarjo. Program ini harus terus digetoktularkan, agar masyarakat mendapatkan informasi dan semakin sadar pentingnya perlindungan tentang jaminan sosial,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati menyampaikan bahwa program jaminan sosial ketenagakerjaan, menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman, terutama bagi pekerja informal.
“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo hadir di tengah masyarakat untuk memberikan perlindungan. Dengan mengikuti BPJS Ketenagakerjaan, masyarakat akan mendapatkan perlindungan ketika terjadi risiko kecelakaan kerja maupun risiko lainnya,” ujar Fenny.
Ia menjelaskan, manfaat BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya diberikan kepada peserta yang meninggal dunia, tetapi juga bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja.
“Yang penerima upah bayar iurannya Rp16.800 dan yang bukan penerima upah bayar iurannya Rp11.800 per bulan. Kalau terjadi kecelakaan kerja, semuanya ditanggung penuh oleh BPJS Ketenagakerjaan hingga sembuh. Apabila terjadi risiko meninggal dunia, ahli waris juga mendapatkan santunan,” jelasnya.
Ditambahkannya bahwa Pemkab Sidoarjo telah mengikut sertakan BPJS Ketenagakerjaan untuk ekosistem pedesaan. Mulai dari perangkat desa, kepala desa, kader kesehatan, kader PPKBD hingga kader sub-PPKBD.
“Ini merupakan bukti hadirnya pemerintah di tengah masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Dan saya memohon pada pengurus PKDI bahwa tidak hanya di perangkat, BPD, RT/RW dan kader. Namun program BPJS Ketenagakerjaan ini bisa digetok tularkan kepada yang lain supaya tidak terjadi kemiskinan mendadak dan kemiskinan ekstrem. Karena sanak saudara, anak-anak, dan keluarga kalau ikut ini pasti akan ditanggung pula beasiswanya,” katanya.
Untuk diketahui, dalam kegiatan peluncuran Gardu Sosial tersebut juga dilakukan penyematan simbol kepada ekosistem rumah ibadah sadar jaminan sosial ketenagakerjaan dari Masjid Al Barokah (Makah), Perum Watasa, Desa Sumput, Kecamatan Sidoarjo. sebanyak 42 peserta didaftarkan bersama ekosistem RT/RW sadar jaminan sosial ketenagakerjaan dari RW 9 Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, yang telah memiliki hampir 1.200 peserta. (Fah)




