KOTA BATU – Wabah Covid-19 membuat banyak kegiatan terpaksa dikerjakan di rumah. Hal ini juga terjadi dalam dunia pendidikan utamanya pada pengajaran pendidikan anak usia dini (PAUD).
Mau tidak mau, suka atau tidak, semua pihak mulai guru, orangtua, dan murid harus siap menjalani kehidupan baru (new normal) lewat pendekatan belajar menggunakan teknologi informasi dan media elektronik. Tak hanya lewat daring, pembelajaran murid Paud juga dilakukan dengan home visit.
Ketua Himpaudi Kota Batu, Tutik Widianingsih S.Pd saat dikonfirmasi Blok-A, Kamis (3/9). Tutik mengatakan guru Paud di Kota Batu juga telah melakukan pembelajaran via daring. Meskipun tetap kunjungan guru ke rumah murid diadakan.
“Home visit diadakan di Kota Batu. Karena memang anak paud ini kan butuh pendampingan. Kalau belajar daring kurang maksimal,” jelasnya.
Lebih lanjut masing-masing lembaga paud juga menjadi penentu kapan diadakannya home visit tersebut. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 penerapan protokol kesehatan tetap dilaksanakan saat home visit.
“Kadang ada yang satu bulan sekali ada yang dua minggu sekali. Itu tergantung dari lembaganya,” katanya.
Selama home visit tak jarang guru mengumpulkan murid di salah satu rumah untuk proses pembelajaran. Namun ada pula guru yang datang ke satu persatu rumah muridnya. Waktunya untuk home visit pun terbilang cukup sebentar hanya sekitar 30 menit di setiap rumahnya.
“Kalau rumah muridnya itu dekat-dekat biasanya dikumpulin di satu rumah nanti belajar bareng. Tapi kalau rumah nya jauh ya gurunya datang ke rumah murid satu persatu,” terang Tutik.
“Kalau daring itu banyak yang sibuk sendiri anak nya, malah gak bisa konsentrasi. Waktunya juga sedikit pendek hanya sekitar 10-15 menit karena anak pasti bosan” imbuhnya.
Di Kota Batu sendiri ada sekitar 110 lembaga paud seperti Kelompok Bermain (KB), Satuan Paud Sejenis (SPS) dan Tempat Penitipan Anak (TPA). Sedangkan jumlah murid secara keseluruh di Kota Batu ada sekitar 1700 anak paud dari usia 3-4 tahun.




