Bantuan Beras 30 Kilogram Mulai Disalurkan, Bulog Mojokerto Sasar 209.646 Warga Jombang

Warga masyarakat Desa Krembangan, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang nampak ceria usai mendapatkan bantuan beras.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Warga masyarakat Desa Krembangan, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang tampak ceria usai mendapatkan bantuan beras.(foto: Blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Jombang, Blok-a.com – Perum BULOG Kantor Cabang Mojokerto mulai menyalurkan bantuan pangan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 kepada masyarakat Kabupaten Jombang. Sebanyak 209.646 Penerima Bantuan Pangan (PBP) menjadi sasaran program yang tersebar di 21 kecamatan dan 306 desa.

Peluncuran penyaluran bantuan pangan tersebut berlangsung di Balai Desa Krembangan, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jumat (14/8/2026) siang.

Pimpinan Perum BULOG Kantor Cabang Mojokerto Muhammad Husin hadir bersama jajaran dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Bulog sekaligus untuk memastikan proses penyaluran bantuan pangan berjalan sesuai ketentuan dan diterima oleh masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima.

Dalam program ini, setiap penerima memperoleh bantuan sebanyak 30 kilogram beras sekaligus. Jumlah tersebut merupakan alokasi untuk tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.

“Untuk alokasi Juli, Agustus dan September, masing-masing penerima mendapatkan total 30 kilogram beras. Bantuan untuk tiga bulan ini disalurkan sekaligus dalam satu kali penyaluran,” ujar Muhammad Husin.

Menurut Husin, penyaluran bantuan pangan merupakan penugasan pemerintah yang harus dilaksanakan dengan baik. Karena itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah hingga pemerintah desa untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar.

“Kami berkomitmen melaksanakan penugasan ini dengan sebaik-baiknya. Koordinasi dengan pemerintah daerah, kecamatan dan desa terus dilakukan agar bantuan benar-benar sampai kepada penerima yang sudah ditetapkan,” katanya.

Husin menjelaskan, penyaluran dilakukan melalui titik pembagian di masing-masing balai desa. Mekanisme tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam menerima bantuan sekaligus mendukung pengawasan distribusi di lapangan.

“Dengan penyaluran melalui balai desa, kami berharap masyarakat lebih mudah mendapatkan bantuan. Kami juga terus melakukan koordinasi dan pengawasan agar prosesnya tertib dan tepat sasaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, Bulog tidak hanya memperhatikan jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga memastikan kualitas beras yang diterima masyarakat sesuai dengan ketentuan.

“Kami memastikan beras yang disalurkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Jadi tidak hanya jumlahnya yang harus tepat, tetapi kualitas bantuan juga menjadi perhatian,” tegas Husin.

Secara keseluruhan, bantuan pangan beras di Kabupaten Jombang menyasar 209.646 PBP yang tersebar di 21 kecamatan dan 306 desa. Sementara secara nasional, program bantuan pangan tersebut menyasar 33.244.408 PBP yang terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.

Program Badan Pangan Nasional

Program tersebut merupakan penugasan Badan Pangan Nasional kepada Perum BULOG sebagai bagian dari jaring pengaman sosial pemerintah.

Penyaluran bantuan pangan beras tersebut berlandaskan pada Risalah Rakortas Kemenko Bidang Pangan Nomor R-305/SES.M.PANGAN/SD/06/2026, Rilis Kemenko Bidang Perekonomian tentang Stimulus Ekonomi Semester II Tahun 2026, serta Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-64/M/S/KI.00/06/2026 tanggal 24 Juni 2026.

Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, bantuan pangan tersebut juga menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mengurangi kemiskinan, menangani kerawanan pangan, menjaga daya beli masyarakat, serta mendukung stabilitas harga dan pengendalian inflasi.

Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Jombang Bambang Suntowo, S.E., M.Si., berharap seluruh proses penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran.

“Dalam pelaksanaannya, saya berharap penyaluran bantuan ini dapat berjalan dengan tertib, lancar, tepat sasaran, dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Bupati juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam proses distribusi meningkatkan koordinasi dan pengawasan.

“Kepada seluruh pihak yang terlibat, saya mengharapkan koordinasi dan pengawasan dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga bantuan yang disalurkan benar-benar sampai kepada penerima,” lanjutnya.

Bagi masyarakat penerima manfaat, bantuan 30 kilogram beras tersebut menjadi kabar baik di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan. Bantuan diharapkan mampu mengurangi beban pengeluaran keluarga sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi.

Bulog Cabang Mojokerto pun memastikan proses penyaluran akan terus dikawal bersama pemerintah daerah hingga seluruh bantuan yang menjadi hak penerima tersalurkan.

“Harapan kami bantuan ini bisa memberikan manfaat dan meringankan beban masyarakat. Yang terpenting, seluruh proses penyaluran berjalan lancar dan bantuan diterima oleh masyarakat yang memang berhak,” pungkas Husin.(Sya)

Exit mobile version