KABUPATEN MALANG – Dua dari tiga pelaku pencarokan Jumat (29/1) kemarin sudah boleh dipulangkan setelah menjalani perawatan selama empat hari. Polres Malang pun langsung membawa kedua pelaku carok, yakni Samsul dan Sukarman ke Markas Komando Polres Malang untuk proses pemeriksaan.
“Dua orang sudah sembuh dan langsung kami bawa ke Polres untuk kami mintai keterangan atas kejadian pencarokan kemarin,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Selasa (2/2).
Andaru juga menjelaskan untuk satu pelaku lainnya, yakni Thoyib kini masih belum sembuh. Luka dari senjata tajam di pergelangan tangannya masih dalam kondisi parah.
“Dan selama perawatan (Thoyib) akan dijaga oleh anggota selama 24 jam. Setiap perkembangan kesehatannya akan terus kami awasi,” tutur ia.
Sementara itu, untuk proses pemeriksaan dua orang, yakni Samsul dan Sukarman, Andaru tengah fokus menggali peran masing-masing dalam kejadian duel berdarah kemarin.
“Kami fokus ke perannya Samsul berperan sebagai apa, Sukarman dan Thoyib juga perannya masing-masing akan kami dalami,” tutur ia.
Sebagai informasi, sebelumnya duel berdarah itu melibatkan dua kubu. Kubu pertama adalah kubu mantan Kepala Dusun Sumbergentong Desa Klepu Kecamatan Sumbermanjing Wetan, yakni Mujiono bersama anaknya Irwan Ashari.
Sementara kubu kedua adalah Kasun Sumbergentong, Thoyib bersama dua adiknya Samsul dan Sukarman. Aksi duel tersebut dikarenakan sengekta tanah bengkok.
Diketahui mantan Kasun Sumbergentong, Mujiono bersama anaknya tengah menggarap tanah bengkok yang sebenarnya bukan haknya.
Melihat hal tersebut, Thoyib bersama dua adiknya tidak terima dan melempari Mujiono dan Irwan dengan batu saat mencabuti rumput di tanah bengkok itu.
Tidak terima dilempar batu, terjadilah duel berdarah antara kubu Mujiono dan Thoyib. Hasilnya Mujiono dan anaknya Irawan tewas. Sementara kubu Thoyib mengalami luka berat.










Balas