KABUPATEN MALANG – Gempa bumi di Kabupaten Majene dan Mamuju Sulawesi Barat membuat Indonesia berduka. Saling tolong menolong adalah cara untuk meringankan beban korban pada gempa dengan magnitudo 6,2 itu.
Untuk itu, setidaknya 140 personel dari Batalyon Kesehatan (Yonkes) 2 Kostrad Singosari dikirim untuk menangani masalah kesehatan korban.
Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto SAP MSi MTr (Han) mengatakan personel yang dikirim ini merupakan anggota terbaik.
“Jadi ini sudah pilihan dan terbaik jadi nanti kami harap akan cepat menangani korban di bidang medis di sana,” kata Yuniarto.
Yuniarto juga menjelaskan, pengiriman 140 personel ini nantinya juga dibekali tenda dan alat kesehatan lengkap.
“Jadi di sana mereka akan membangun tenda dan akan merawat korban dengan dilengkapi modul lengkap,” tutur ia.
Yuniarto pun mengungkapkan pengiriman personel ini merupakan bentuk keseriusan TNI AD untuk penanggulangan bencana.
“Karena ini bentuk keseriusan TNI AD. Dan butuh respon yang cepat,” tuturnya.
Sebagai informasi, akibat gempa bumi Kabupaten Majene saat ini tercatat terdapat 637 orang cedera dengan rincian 12 orang cedera berat, 200 orang luka sedang dan 425 orang luka ringan di Majene. Sedangkan di Mamuju terdapat 189 orang dengan luka berat.
Sementara untuk korban meninggal 81 orang dengan rincian 70 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 11 orang di Kabupaten Majane










Balas
Lihat komentar