Kota Malang, blok-A.com – Bank Jatim memberikan perhatian ke korban tragedi Kanjuruhan. Bank masyarakat Jawa TImur itu memberikan santunan kepada seluruh korban tragedi Kanjuruhan sebesar Rp 5 juta.
Secara simbolis kemarin, Minggu (2/10/2022) Pimpinan Bank Jatim Cabang Malang, Dedi Adjie Wijaya ke rumah korban meninggal dunia di kelurahan Bareng Kota Malang.
“Jadi kami dari Bank Jatim akan memberikan santunan kepada yang meninggal Rp5 juta, untuk yang luka itu Rp2,5 juta. Jadi kita berharap bahwa angka yang meninggal tidak bertambah. Tapi kita siapkan anggaran untuk mengcover semua ini,” ujarnya.
Saat ini dari data yang diterima blok-A.com terdapat perbedaan jumlah korban tragedi Kanjuruhan. Versi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa per 16.00 Minggu (2/10/2022) terdapat 131 korban jiwa. Namun Kapolri Jendral Listyo Sigit mengucapkan korban meninggal tragedi Kanjuruhan adalah 125.
Tak hanya itu, Bank Jatim juga tidak lupa memberikan bantuan ke relawan yang bertugas membantu evakuasi korban tragedi Kanjuruhan yang memakan ratusan jiwa itu. Adjie mengatakan, konsumsi dan kebutuhan makanan para relawanan di RSSA Malang dan Kabupaten Malang dipenuhi Bank Jatim.
“Kedua, kita support teman-teman relawan. Kita bagi dua tim, tim pertama ditaruh di forensik RSSA. Karena saya kasihan dengan teman-teman relawan yang mulai pagi sampai hari ini belum makan. Sehingga kita drop untuk konsumsi untuk mereka,” ujarnya.
Untuk paket makanan sendiri, Bank Jatim menyrahkan 300 pakt. Dia juga akan berkoordinasi dengan Direktur RSSA Kohar Hari jika dibutuhkan bantuan konsumsi atau bantuan lainnya seperti ambulance.
“Kita sampaikan 300 paket, tapi kita dinamis, berapa pun yang dibutuhkan kita tetap koordinasi dengan dr Kohar. Apa yang bisa kami bantu, untuk tenaga medis dan relawan. Awalnya itu hanya keluarga korban, ternyata saat datang ke lokasi bukan hanya keluarga yang membutuhkan tetapi relawan juga,” paparnya.
Saat ini dia sudah membentuk dua tim relawan untuk membantu proses evakuasi dan identifikasi korban atau bantuan lainnya paska tragedi Kanjuruhan. Dua tim itu akan dibagi di RSSA Malang dan juga di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang.
” Ini aksi yang sama dan terkoordinasi seperti yang di Wava, RSUD Kanjuruhan sama di sini. Ini aksi spontanitas Jatimers, respon dan kita berusaha untuk tanggap,” kata dia.
Sebagai informasi, tragedi Kanjuruhan merupakan tragedi kelam sepakbola di Indonesia bahkan dunia. Ratusan jiwa melayang, dan ratusan lagi luka-luka.
tragedi Kanjuruhan sendiri bermula seusai pertandingan Arema FC Vs Persebaya Surabaya. Arema kalah di kandang sendiri. Beberapa penonton pun mencoba masuk ke lapangan.
Setelahnya terjadi kericuhan hingga aparat keamanan menembakkan gas air mata ke arah tribun. Kericuhan memuncak. Puluhan ribu suporter berdesakan hingga berinjak-injakan untuk menghindari menhirup asap gas air mata.
Beberapa korban yang meninggal dunia berdasarkan berita blok-A.com sebelumnya meninggal karena sesak nafas, trauma di kepala dan di dada akiba terinjak. (bob)










Balas