Ballon d’Or Rilis Skuad Terbaik Sepanjang Masa

Ballon d'Or
Ballon d'Or

BLOK A – France Football sebagai asosiasi yang bertanggungjawab pada gelaran akbar Ballon d’Or baru-baru ini merilis skuad terbaik mereka sepanjang masa. Nama-nama beken itu diambil dari hasil pemungutan suara 140 jurnalis sepakbola tertinggi. Para pewarta memberikan suaranya di setiap posisi.

Formasi 3-4-3 dipilih karena dianggap paling merepresentasikan sepakbola gaya Eropa yang khas. Kesebelas pemain merupakan sosok terbaik menurut mereka dengan prestasi gemilang baik di level klub maupun tim nasional.

Lev Yashin terpilih untuk posisi penjaga gawang. Legenda Uni Soviet tersebut dijuluki “Laba-laba Hitam” karena kehebatannya dalam menghalau bola bahkan dalam posisi yang sulit. Yashin juga kerap memakai seragam tanding berwarna hitam. Ia 270 kali melakukan clean sheet dan total menghalau 150-an penalti menurut data yang diterbitkan FIFA tahun 2002.

Franz Beckenbauer dinobatkan sebagai bek tengah terbaik sepanjang masa. Mantan kapten tim nasional Jerman Barat itu punya penetrasi luar biasa dalam membantu kiper melaksanakan tugasnya.

Posisi bek kanan disematkan kepada Marcos Cafu. Pemain Brazil itu terbukti sukses berkarir di level klub dan timnas. Sampai sekarang, ia adalah pemain yang paling banyak berseragam Selecao dengan 142 kali penampilan.

Paolo Maldini terpilih untuk posisi bek kiri. Servisnya hanya diberikan untuk AC Milan hingga nomor punggungnya dipensiunkan sebagai bentuk penghormatan tertinggi. Maldini tercatat sebagai pesepakbola dengan penampilan terbanyak sepanjang masa Serie A Italia dengan bertanding 647 kali.

Lothar Matthaeus dan Xavi Hernandez terpilih sebagai pemain tengah terhebat. Keduanya merupakan sosok krusial baik untuk klub maupun negara. Matthaeus punya tendangan keras yang jarang ada kiper bisa menghalau namun piawai dalam bertahan. Sementara Xavi memiliki kemampuan umpan sangat baik sehingga membantu ritme serangan.

Sayap kanan jatuh kepada Diego Maradona. Ia boleh jadi punya karir kontroversial. Namun kemampuan menggiringnya tak ada bandingan. Argentina sukses meraih Piala Dunia 1986 dengan Maradona sebagai kapten tim. Napoli pun dibawanya ke level internasional setelah bertahun-tahun jadi tim semenjana di Italia.

Begitu pula dengan Pele yang masuk pada posisi sayap kiri. Ia merupakan pencetak gol termuda sepanjang masa Brazil setelah sukses membuat gol di usianya yang masih 17 tahun. Pele juga top-skor sepanjang masa Brazil dengan 77 gol.

Cristiano Ronaldo sukses menyabet posisi penyerang kiri. Ia yang masih aktif bertanding untuk Juventus itu punya segudang prestasi gemilang. Namanya tercatat pada deretan rekor prestisius dalam 10 tahun terakhir. Kapten tim nasional Portugal itu adalah pemain dengan gaji tertinggi di Serie A Italia musim ini.

Penyerang kanan terbaik jatuh kepada Lionel Messi. Ia berhasil membuktikan bahwa postur mungil tak jadi masalah. Kehebatannya dalam membawa bola selalu dikaitkan dengan Maradona. Insting mencetak gol juga sangat luar biasa. Ditambah dengan kemampuan tendangan bebas indah yang turut menambah kehebatan pemain berdarah Argentina itu.

Posisi striker tengah jatuh kepada sosok Ronaldo de Lima. Di usia yang baru 20 tahun, FIFA sudah menganugerahinya sebagai Pemain Terbaik tahun 1996. Ia dipuji sebagai penyerang mematikan di eranya dengan kemampuan menggiring, penyelesaian akhir, mencari posisi kosong, menyundul, hingga kebugaran yang luar biasa.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com