BLOK-A – Bagi kalian pecinta sepeda pasti akan sulit menghentikan aktivitas gowes sebelum badan letih, atau mencapai target jarak tempuh yang diinginkan. Tetapi terkadang tubuh juga memiliki siklus alami yang harus, misalnyabuang air.
Buang air adalah salah satu contoh kebutuhan tubuh yang tidak dapat diprediksi kedatangannya. Namun buang air ternyata berpengaruh besar lho terhadap kesehatan tubuhmu.
Dilansir melalui Hello Sehat, pada kondisi normal orang dewasa dapat menahan urin sebanyak 450 ml sedangkan anak-anak hanya bisa menahan urin hingga 113 ml di dalam kandung kemih.
Sayangnya ketika bersepeda, banyak pesepeda yang memilih untuk menahan hasrat buang air demi menjaga mood bersepedanya. Padahal menahan buang air kecil terlalu lama memiliki banyak dampak buruk. Yuk simak beberapa dampak buruk yang dapat terjadi pada tubuh ketika menahan buang air kecil terlalu lama!
1. Infeksi saluran kemih
Penyakit ini sering terjadi dan umumnya memang menghantui orang yang terlalu sering menahan buang air kecil. Padahal dengan buang air kecil, maka kamu akan mengeluarkan bakteri yang bersarang di dalam tubuh.
Ketika kamu menahan buang air saat bersepeda, otomatis bakteri yang berada di kandung kemih akan berkembang biak dan menyebabkan saluran kemih menjadi infeksi.
2. Batu ginjal
Ketika kamu menahan kencing di tengah perjalanan, maka risiko batu ginjal dapat terjadi. Batu ginjal ini dapat muncul karena endapan mineral dari kalsium dan natrium yang mengendap si ginjal.
Endapan ini bisa muncul ketika kamu terlalu sering menahan buang air. Penyumbatan pada saluran ginjal ini dapat berakibat fatal pada kondisi organ tubuh lain lho!
3. Inkontinensia urine
Penyakit ini merupakan jenis penyakit yang menyebabkan otot pada kandung kemih menjadi lemah. Dengan menahan buang air kecil terlalu sering, dalam kurun waktu yang lama maka otot yang berada di kandung kemih akan berusaha keras dan menjadi kencang.
Jika hal ini terjadi berulang kali maka elastisitas otot pada kandung kemih pun akan berkurang. Akibatnya kamu akan sulit menampung urin yang akan disimpan di kandung kemih.
4. Kandung kemih membengkak
Ketika kandung kemih yang penuh tetap diisi dan tidak segera dikeluarkan, maka hal ini dapat menyebabkan pembengkakan. Penyebab utamanya adalah kandung kemih yang kelebihan muatan. Akibatnya kamu akan merasa nyeri setiap buang air dan pengobatan yang dibutuhkan tidaklah sederhana lho!
***
Gimana nih goweser, apakah kamu masih ingin meneruskan kebiasaan menahan buang air ketika Gowesata berlangsung? Yuk pastikan kamu mengosongkan kandung kemih setiap mengunjungi minimal 3 local partner untuk memenuhi misi ya! Jangan lupa juga untuk berfoto dan meng-upload sesuai ketentuan yang ada di Gowesata 2021.










Balas