Awal Tahun, Lima Bencana Longsor Melanda Kota Malang

Longsor
Longsor - Foto: Rifky P

KOTA MALANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mencatat sejak awal tahun 2021 hingga 18 Januari 2021 telah terjadi longsor sebanyak lima kali.

Antara lain di Jalan Hamid Rusdi Gang 3, RT 08 RW 12. Kemudian Kampung Topeng Desmen di Kecamatan Kedungkandang, Wilayah DAS Metro di Jalan Gempol Marga Bakti RT 05 RW 10, Kelurahan Tanjungrejo. Juga di Titan Asri Blok X RW 12 Kelurahan Pandanwangi. Terakhir, di Perumahan Griya Sulfat Inside Jalan Sadang RT 09 RW 18, Kelurahan Bunulrejo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Alie Mulyanto menyebut daerah aliran sungai (DAS) yang ada di wilayah Kota Malang menjadi titik rawan longsor. Mulai dari kawasan Barat Kota Malang hingga Timur Kota Malang, dialiri sungai besar.

“Wilayah di sepanjang DAS memang rawan longsor. Hampir semuanya rawan. Mulai dari kawasan Tlogomas, Penanggungan, sampai ke Gadang juga,” ujar Alie, Selasa (19/1).

Alie memberi contoh, longsor yang terjadi di Perumahan Griya Sulfat Inside itu berada di tepi sungai. Selain itu, kata Alie, kontur tanah juga memengaruhi terjadinya longsor dan banyak bangunan masyarakat yang mepet dengan sungai. Alie mengatakan titik-titik rawan longsor yang terpantau BPBD antara lain berada  di wilayah Bandulan, Muharto, Jodipan, Sulfat hingga Janti.

Lebih lanjut, Alie juga mengatakan bahwa hujan deras berpotensi menyebabkan tanah longsor. Selama ini, lanjutnya, Early Warning System (EWS) telah memberi tanda-tanda terjadinya bencana longsor maupun banjir. Kemarin, kata Alie, alarm EWS menyala untuk menandakan ada potensi terjadinya banjir maupun longsor di beberapa titik.

“Kalau sudah hujan deras, air sungai keruh, kemungkinan besar akan ada banjir. Itu harus diketahui dan dilaporkan agar masyarakat waspada,” tambahnya.

Alie juga mengatakan telah mendapat informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa hujan deras kemungkinan terjadi hingga Februari ataupun Maret. Untuk itu, ia meminta semua masyarakat membantu kerja BPBD Kota Malang untuk melakukan pemantauan dan melaporkan potensi bencana.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com