Kota Malang, blok-A.com – Demi menghormati rasa duka Aremania akibat insiden tragedi Kanjuruhan, Studio 8 gelar tahlilan dengan seluruh peserta Grand Final Lomba Karaoke dan juga Aremania.
Tepat hari ini, Minggu (02/10/2022), Studio 8 menggelar acara Grand Final Lomba Karaoke, menyaring puluhan finalis sekaligus menentukan siapa pemenangnya. Bertepatan dengan insiden Kanjuruhan, pihak Studio 8 menjadwalkan ulang acara tersebut, dan mengganti dengan acara tahlilan di Lantai 3, Studio 8, Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang.
Ini merupakan bentuk bela sungkawa dari Studio 8, kepada Aremania. Hal itu disampaikan langsung oleh Owner Studio 8, Heri Susilo.
“Tahlilan ini, merupakan bela sungkawa atas musibah Kanjuruhan, sekaligus kita berempati. Kita juga meminta maaf kepada semua peserta, sudah jauh menyiapkan untuk lomba, namun tidak terlaksana hari ini,” tutur Heri
“Minimal kita tunjukan dalam bentuk tahlilan,” tambahnya.
Heri menjelaskan bahwa ada sekitar 30-40 orang yang hadir dalam acara tahlilan itu. Rata-rata merupakan peserta dari Malang Raya, Pasuruan, Dampit, dan lain-lain.
Ia berpendapat bahwa acara seperti ini, harus ditunda terlebih dahulu. Mengingat, insiden Kanjuruhan yang terjadi tadi malam, Sabtu (01/10/2022), menewaskan setidaknya 127 orang dalam insiden itu.
“Memang sebaiknya ditunda, kalau nekat buat acara juga gak enak. Kita perlu ajarin kepada event-event yang lain, harus paham karena sifatnya seneng-seneng, jadi kita tunda,” ungkap Heri.
Di tengah pembicaraan dengan blok-A.com, Heri juga mengungkapkan bahwa ia merasa kecewa dan berduka atas insiden Kanjuruhan. Menurutnya, ini bukan kelalaian semata, melainkan harus ada yang bertanggung jawab atas insiden itu.
“Doanya semoga diberikan ketabahan bagi keluarga korban. Saya kecewa dan berduka atas kejadian itu. Ini bukan kelalaian semata, harus ada yang bertanggung jawab. Saya sebagai Aremania, menyesalkan jika ada kesalahan prosedur,” tuturnya kepada blok-A.com
Sebagai informasi, Heri menjelaskan bahwa ini tragedi terbesar Aremania, yang takutnya menjadi rekor buruk dalam sejarah. Ia mendapatkan informasi pagi hari atas insiden itu, dan menjadwalkan ulang acara Grand Final Lomba Karaoke sekitar 2 minggu kemudian, itupun masih tentatif.
(rco)










Balas