Api Ingatan Tragedi Kanjuruhan dengan Naik Sepeda Pancal dari Kota Batu ke Jakarta
Api Ingatan Tragedi Kanjuruhan dengan Naik Sepeda Pancal dari Kota Batu ke Jakarta

Api Ingatan Tragedi Kanjuruhan dengan Naik Sepeda Pancal dari Kota Batu ke Jakarta

Kota Batu, blok-a.com Upaya untuk mengingat kembali Tragedi Kanjuruhan masih dilakukan warga Malang Raya, yakni Kota Batu.

Salah satu cara mengingat Tragedi Kanjuruhan itu lewat perjalanan dari Kota Batu ke Jakarta dengan menggunakan sepeda pancal.

Perjalanan menggunakan sepeda pancal dari Kota Batu ke Jakarta itu dilakukan oleh Mifrahudin Ramli (53) asal Jalan Darsono Kota Batu.

Ramli menjelaskan tujuan utamanya untuk melakukan aksi ini untuk mengingatkan kembali momen Tragedi Kanjuruhan. Dia ingin api ingatan peristiwa yang menewaskan 135 nyawa itu tetap membara.

“Tidak melupakan dan tidak terulang seperti Tragedi Kanjuruhn. Tujuannya itu sebenarnya, melalui ekspedisi ini juga melewati stadion-stadion dengan misi yang sama,” kata dia.

Sepeda pancal yang digunakan untuk ke Jakarta dari Kota Batu sendiri menarik. Temanya cocok dengan Tragedi Kanjuruhan karena terdapat keranda berkain hitam di bagian belakang sepeda pancal itu.

“Untuk perbekalan yang dibawa ada baju perlatan sepeda seperti pompa angin, sama lain-lain,” tuturnya.

Dia pun bercerita untuk mempersiapkan tour dari Kota Batu ke Jakarta ini disiapknnya sejak 1 bulan lalu. 1 bulan itu digunakan untuk mendesain sepeda pancal.

Rutenya sendiri bakal menyusuri lewat bagian utara Pulau Jawa. Dia merinci rute yang dilewati adalah dari Malang, Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban, Rembang, Pati, Kudus, Demak, Semarang, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, Cirebon, Jatibarang, Indramayu, Subang, Karawang, Bekasi, dan Jakarta.

Di beberapa kota itu Ramli akan mengunjungi stadion seperti Kanjuruhan, Gajayana, Gelora Delta Sidoarjo, Bung Tomo, Stadion Joko Samudro, dan Stadion Gelora Bung Karno.

“Finish-nya di Senayan. Mohon doanya untuk diberikan kekuatan,” tuturnya.

Pria yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pariwisata Kota Batu ini menargetkan sampai di Jakarta bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.

Midun juga tidak ada agenda pertemuan khusus dengan instansi pemerintah atau lainnya. Dia hanya berharap, aksinya itu bisa didengar oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir supaya terus mendukung penanganan tuntas Tragedi Kanjuruhan dan tidak ada kekerasan sepak bola kembali di dalam negeri.

“Tidak ada target, intinya menyalurkan eskpresi serta bertemu dengan para pecinta sepak bola. Paling penting yaitu jangan sampai tragedi-tragedi yang sampai memakan korban jiwa dalam sepak bola terulang kembali,” katanya.

Aksi yang dilakukan Midun juga didukung oleh istrinya, Nowo Dyah Sihkanti (46). Dyah mengatakan, bahwa suaminya itu memiliki hobi traveling.

“Setiap tahun memang suami saya ini selalu mengagendakan untuk cuti, pernah sepeda motor-an trail ke luar pulau Jawa, mendaki gunung juga. Saya mendoakan semoga selamat, sehat terus, dan sukses kegiatannya ini,” katanya. (bob)