Anti Bosan saat Nunggu Giliran ke Bromo, di Terminal Wisata Pasar Tumpang Bakal Ada Dokar Wisata Lho!

Terminal Wisata Pasar Tumpang
Terminal Wisata Pasar Tumpang - Foto: Bob Bimanatara Leander

KABUPATEN MALANG – Wisatawan Gunung Bromo akan dimanjakan dengan fasilitas dokar wisata saat transit di Terminal Wisata Pasar Tumpang.

Kepala Dinas Perhubungan Hafi Lutfi akan menyiapkan konsep dokar wisata itu untuk menghabiskan waktu wisatawan yang hendak ke Bromo dengan berkeliling Tumpang menggunakan dokar.

“Jadi daripada diam dan menunggu untuk ke Bromo. Nanti kami akan sediakan Dokar Wisata di Terminal Wisata itu. Supaya wisatawan bisa berkeliling sejenak dengan dokar dan menunggu menuju ke Bromo,” tuturnya.

Saat ini prosesnya, kata Lutfi, sedang pendataan pelaku dokar untuk bergabung di wisata dokar itu.

“Ini masih kami data dan nanti dikumpulkan stand by di Terminal Wisata kan sekarang lahan parkirnya lebih luas sejak ada pujasera,” kata ia.

Sebagai informasi, sebelumnya Terminal Wisata Pasar Tumpang mempunyai lahan parkir sempit. Pasalnya, lahan parkir digunakan untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan dengan tatanan tidak rapi. Namun sejak adanya pujasera, lahan parkir lebih luas, PKL berjualan secara rapi di pujasera yang memiliki 43 kios itu.

Setelah bergabung nantinya, kata Lutfi, pelaku dokar akan diberikan pengetahuan terkait pariwisata di sekitar Tumpang.

“Jadi mereka (pelaku dokar) tidak hanya sekadar mengantar jalan-jalan saja tapi juga paham sejarah wisata di sekitar Bromo atau Tumpang lah. Jadi ada nilai value yang bisa didapat wisatawan sebelum ke Bromo,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Mader Arya Wedhantara mengaku siap mendukung fasilitas dokar wisata itu.

Made siap memberikan pelatihan kepada pelaku dokar untuk menunjang dokar wisata itu.

“Sosialisasi nanti dari kami tentang wawasan pariwisata. Kami siap membantu munculnya dokar wisata karena nanti juga memberikan kesan menarik sebelum ke Bromo,” tuturnya

Made juga mencontohkan, nantinya mungkin Dishub Kabupaten Malang bisa membuat rute yang melewati candi-candi di sekitar Tumpang.

“Nanti mungkin akan kami berikan wawasan terkait sejarah Candi Kidal atau Candi Jago sejarahnya bagaimana ke pelaku dokar. Jadi dokar wisata ini bisa memberikan pengetahuan ke wisatawan dan menarik wisatawan lebih banyak. Karena di masa pandemi Covid-19 memang kita harus lebih kreatif. Wisatawan tidak hanya datang langsung pulang. Tapi harus ada kesan ketika berwisata ke suatu tempat,” tutupnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com