Angka Pengangguran Terbuka di Jatim Terus Menurun

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional, Selasa (2/5/2023). (Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional, Selasa (2/5/2023).

Surabaya, blok-a.com – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jatim, utamanya dari lulusan SMK, terus menurun secara signifikan.

Pada 2020, TPT lulusan SMK sebesar 11,89%, menurun menjadi 6,70% pada 2022.

Menurut hasil tracer study Kemendikbudristek TPT lulusan SMK pada 2022 hanya 3,4%.

Artinya link and match antara SMK dengan Dudika di Jatim telah terkoneksi dengan baik.

Ini jadi penting untuk bisa mencari tahu bahwa anak didik punya maksimalisasi potensi di bidang tertentu lalu dipertemukan dengan kebutuhan dudika.

Link and match dengan Dudika ini tidak hanya dilakukan untuk SMK di Jatim, namun juga di bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK).

Melalui program vokasi istimewa yang merupakan program unggulan untuk memfasilitasi anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam mengembangkan keterampilan yang dimiliki untuk meningkatkan kompetensinya.

Sehingga lulusan SLB dapat bekerja secara mandiri, baik sebagai wirausaha maupun karyawan di perusahaan.

Pemprov Jatim sendiri terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jatim. Salah satunya melalui program unggulan Gerakan Literasi Sekolah, untuk meningkatkan minat baca siswa.

Selain itu, juga terus ditingkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta didukung dengan peningkatan sarana prasarana pendidikan.

Dari berbagai upaya tersebut maka banyak prestasi pendidikan yang telah diraih oleh Provinsi Jatim.

Di antaranya pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jawa Timur dalam satu dekade ini terus mengalami kemajuan.

IPM Jawa Timur meningkat dari 66,06 pada 2011 menjadi 72,75 pada 2022.

Selama periode tersebut, IPM Jawa Timur rata-rata tumbuh sebesar 0,90 persen per tahun, artinya bertahan di status tinggi sejak 2017.

Selanjutnya, 4 tahun berturut-turut Provinsi Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak di Indonesia yang diterima masuk PTN jalur SNMPTN/SNBP.

Pada 2020 sebanyak 13.803 siswa, pada 2021 sebanyak 16.998 siswa, pada 2022 sebanyak 17.807 siswa dan pada 2023 sebanyak 23.477 siswa (naik 31,84% dibanding 2022).

Juara umum Olimpiade Sains Nasional selama tiga tahun berturut-turut. Pada 2020, 2021 dan pada 2022 .

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat menyematkan lencana kepada 206 guru se Jatim berharap selalu diberikan kekuatan dan kesabaran untuk menghadapi setiap tantangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Aksi Bergizi

Upaya mendorong peningkatan pendidikan dan IPM adalah melalui gerakan aksi bergizi.

Aksi Bergizi, akan mendorong lahirnya SDM yang unggul di Jatim khususnya untuk menurunkan angka stunting.

Mengingat stunting sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

Pada 2022, prevalensi Stunting Provinsi Jawa Timur sebesar 19,2%, sehingga masih perlu upaya cukup besar untuk mencapai target stunting 14% pada 2024.

“Saya mengajak semua pihak untuk memasifkan upaya penurunan stunting salah satunya melalu Aksi Bergizi di sekolah-sekolah di Jatim,” tegas Gubernur Khofifah.

Gerakan yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan ini sebagai satu rangkaian yang meliputi senam bersama, sarapan bersama, minum tablet tambah darah bersama, dan edukasi gizi seimbang yang dilaksanakan di sekolah SMP/SMA sederajat dan pondok pesantren.

Sejauh ini Aksi Bergizi yang telah dilakukan Jawa Timur telah diikuti oleh 437 sekolah dengan sebanyak 117.796 siswa di Jawa Timur.

Sematkan Satyalancana Karya Satya

Usai upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023, Gubernur Khofifah menyematkan Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya pada 206 guru di lingkungan Pemprov Jatim.

Total ada sebanyak 4.037 guru di Jatim yang mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 63/TK/Tahun 2022 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya.

Sebagaimana diketahui, Satyalancana Karya Satya merupakan tanda penghargaan kepada ASN yang telah berbakti selama 10, 20 atau 30 tahun lebih secara terus menerus.

ASN yang menerima penghargaan tersebut dinilai memiliki loyalitas tinggi terhadap Negara.

Sedangkan untuk hari ini, para guru penerima Satyalancana Karya Satya terdiri dari Satyalancana Karya Satya 30 tahun sebanyak 43 orang, 20 tahun sebanyak 3 orang dan 10 tahun sebanyak 160 orang.(kim/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?