Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Kota Malang 88 Persen, Kok Masih Zona Oranye?

Wali Kota Malang Sutiaji Saat Diwawancara Di Balai Kota Malang
Wali Kota Malang Sutiaji Saat Diwawancara Di Balai Kota Malang - foto: Pungky Ansiska

KOTA MALANG – Angka kesembuhan pasien covid-19 di Kota Malang sudah berada di angka 88 persen. Meski terhitung masih berada di zona oranye, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Malang optimis bisa segera mengubah oranye menjadi zona menjadi kuning hingga hijau.

“Kami menekan angka kematian dan sedang berupaya meningkatkan angka kesembuhan. Salah satunya, yakni dengan melakukan isolasi di safe house,” terang Wali Kota Malang, Sutiaji, Kamis (12/11).

Sutiaji menilai angka kesembuhan yang tinggi tersebut bisa berpotensi menjadikan Kota Malang menuju zona kuning. Namun, yang menjadi kendala untuk menekan kesembuhan Kota Malang adalah banyaknya masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah dan belum bisa menerapkan protokol kesehatan dengan benar.

“Masyarakat ini masih banyak yang menjalani isolasi mandiri, akhirnya memperlambat proses penyembuhan. Untuk itu kami terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mau menjalani isolasi di safe house,” katanya.

Selain itu, faktor lain masih sulitnya Kota Malang menuju Zona kuning karena masih ada masyarakat yang telah menjalani isolasi di safe house, namun kurang disiplin selama menjalani perawatan. Padahal ini menjadi salah satu poin penting agar Kota Malang bisa zona kuning hingga hijau.

“Kadang ada pasien yang waktunya makan, malah tidak makan. Padahal ini juga penting agar mereka bisa kembali sehat dan beraktifitas kembali bersama keluarganya. Kami juga terus berupayakan agar masyarakat memiliki kesadaran,” tandas Sutiaji.

Sementara Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Malang, dr. Husnul Muarif menilai, ada beberapa indikator yang harus dicapai agar Kota Malang bisa menuju target zona kuning atau hijau. Terutama soal kesembuhan.

“Saat ini, Kota Malang masih ada di zona oranye, potensi penularan Covid-19 masih sedang. Kalau menuju zona kuning, ada beberapa indikator yang harus dicapai,” terang Husnul.

Lebih lanjut, Husnul menguraikan, setiap daerah yang akan berganti zona penularan COVID-19, ada 14 indikator yang harus dipenuhi. Selain angka kesembuhan.

“Ada tiga indikator utama, yakni dari sisi epidemologi, kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan. Ini yang akan memberikan bobot penilaian untuk bergeser ke zona kuning,” papar dia.

Selain kesembuhan itu, lanjut Husnul, ada tiga prioritas lain yang juga harus diperhatikan. Yakni, menurunkan positif rate, meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian.

“Saat ini, rate positif masih tinggi, harusnya di bawah lima persen. Kota Malang masih di atas itu. Angka kematian juga masih lebih dari tiga persen,” tandasnya.

Untuk diketahui, hingga 10 November 2020, di Kota Malang tercatat 2.118 orang terkonfirmasi positif. Dengan rincian 214 orang meninggal dunia, angka kesembuhan 1.892 orang dan 12 orang dalam pantauan.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com