Probolinggo blok-a.com – Anggota DPRD fraksi Gerindra, Heri Poniman, memberikan tanggapannya terkait ijin hiburan pasar malam, yang belum di keluarkan pihak pemerintah kota Probolinggo. Ia menilai Pemkot sama saja menghambat kreativitas masyarakat kota Probolinggo dalam memajukan perekonomian pasca pademi 2 tahun yang lalu.
Sebelumnya Pasar Malam yang digelar di halaman Batalyon Yon Zipur 10 itu terlihat ramai pengunjung pada Jum’at, (19/08/22) malam. Masyarakat antusias datang berbondong-bondong ke pasar malam yang penuh dengan wahana permainan, serta jajanan kuliner yang dijual oleh sejumlah anggota PKL. Bahkan ada juga dari pihak masyarakat luar yang ikut berjualan meramaikan bazar di acara pasar malam itu.

Menurut Heri Poniman mengatakan bahwasannya acara kerakyatan seperti itu harusnya didukung oleh pemerintah, kalau nggak bantu nyari anggaran lewat CSR, seharusnya untuk mempermudah ijinnya, jadi saling support antara masyarakat dan pemerintah
” Ini kan kegiatan murni dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima yang ngadakan, saya rasa kegiatannnya positif untuk mengangkat kembali perekonomian masyarakat kota Probolinggo, lah kalo pemerintah masih mempersulit ijin untuk acara ini itu sebabnya apa, dan harusnya bagaimana, bukan digantung seperti info yang saya dapat, pihak PKL masih belum mengantongi ijin dari Pemkot, kasian pedagang yang udah terlanjur berjualan dan pada akhirnya dibubarkan karena tidak berijin,” ungkapnya, Heri Poniman kepada blok-a.com, Sabtu (20/8/2022)
“Semoga ijin terkait hiburan Pasar Malam itu, segera selesai biar nggak berlarut- larut, jangan sampai masyarakat nantinya berasumsi Pemerintah kota Probolinggo saat ini tidak pro dengan kegiatan Rakyat kecil ,” tambahnya.
Diketahui sebelumnya Fajar selaku Plt Kepala Dispopar Kota Probolinggo, saat dihubungi via ponselnya pada Jum at (19/08/22) terkait pengajuan ijin hiburan pasar malam, menjelaskan bahwasanya surat ijin itu masih dalam proses,” singkatnya. (Inos)










Balas
Lihat komentar