Alun-alun Kota Batu Bakal Dipasang Palang Parkir, Setuju?

Lahan parkir di sekitar Alun-alun Kota Batu
Lahan parkir di sekitar Alun-alun Kota Batu - Foto: Pungky Ansiska

KOTA BATU – Perolehan retribusi parkir di kawasan Alun-alun Kota Batu masih belum mencapai target sejak beberapa tahun terakhir. Padahal kawasan tersebut merupakan jantung kota yang menjadi pusat keramaian.

Hal ini pun menjadi sorotan Komisi C DPRD Kota Batu. Ketua Komisi C, Khamim Tohari pun meminta agar Dishub Kota Batu bisa segera melakukan terobosan, agar perolehan retribusi dapat maksimal. Khamim mengusulkan untuk penggunaan palang pintu parkir elektronik.

“Kalau pakai palang pintu parkir elektronik ini kan bisa menekan kebocoran karena dapat merekam jumlah kendaraan. Apalagi di seluruh wilayah Kota Batu ini bisa dilihat kantong-kantong parkir selalu ramai dan tak pernah sepi pengunjung adalah Alun-Alun Kota Batu,” bebernya, Selasa (20/4).

Khamim berpendapat kebocoran pendapatan retribusi parkir ini karena adanya oknum juru parkir (Jukir) yang tak memberikan karcis ke pengendara. Sehingga tanpa bukti pembayaran retribusi ini akan sulit untuk mendeteksi jumlah kendaraan yang masuk di kawasan parkir Alun-alun Kota Batu.

Tercatat pada sejak tahun 2018 lalu kunjungan wisatawan mencapai 6,5 juta wisatawan dengan nilai PAD retribusi parkir di tepi jalan mencapai 16,5 persen atau kurang lebih Rp 247 juta dari target Rp 1,5 miliar.

Sedangkan tahun 2019 dari target yang sama hanya mencapai 13,83 persen hingga bulan Oktober 2019 dengan kunjungan wisatawan yang mencapai sekitar 7 juta wisatawan dari sekitar 330 titik parkir. Pada tahun 2020 dari target retribusi parkir di tepi jalan yang dipatok sebesar Rp 1,5 miliar hanya terealisasi Rp 228,6 juta karena pandemi Covid-19.

“Kalaupun dengan sistem palang pintu elektronik, jukir yang sudah mengelola parkir Alun-alun Kota Batu masih tetap bisa bekerja. Mereka bisa mengatur kendaraan yang parkir dan keluar masuk parkiran. Nanti teknisnya bisa dibicarakan dengan Dishub lagi,” terang Politisi PDIP.

Dengan sistem parkir tersebut, diungkapnya secara tak langsung akses pintu masuk ke Alun-Alun Kota Batu akan diberi palang pintu. Seperti di Jalan Kartini, Jalan Sudiro, hingga Jalan Munif.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso sangat mendukung rencana itu. Bahkan pihaknya meminta agar Dishub Kota Batu bisa melakukan studi tiru ke Blok M Square. Tak hanya itu, dengan parkir palang pintu juga sangat minim biaya jika dibanding dengan wacana Dishub untuk membangun gedung parkir bertingkat di gedung depan PMI yang ada di Jalan Kartini Kota Batu.

“Wacana parkir palang pintu di Alun-Alun ini sangat bagus. Apalagi dengan dengan adanya parkir palang pintu dengan barcode bisa meningkatkan PAD. Tinggal Dishub melakukan studi tiru ke Jakarta untuk teknis parkir tersebut,” jelasnya.

 

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com