Alasan Salah Satu Anggota PMII Malang Akhirnya Demo Tolak Harga BBM Naik

Kota Malang, blok-A.com – PMII Malang demo harga BBM naik untuk menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia khususnya kota Malang, Senin (12/09/2022).

Kenaikan BBM menjadi salah satu alasan demonstran PMII kota Malang untuk turun ke jalan dan menyampaikan jeritan rakyat lewat segudang aspirasinya. Terlihat aparat kepolisian berjejer menertibkan lalu lintas dan mengawal demonstran.

Dari aksi tersebut, keenam fraksi DPRD kota Malang berhasil turun ke jalan menemui demonstran untuk memdengarkan aspirasi para demonstran. Seluruh fraksi menyatakan penolakan BBM dan berjanji akan menyuarakan penolakan tersebut hingga pada DPR RI.

Aksi demonstran tersebut berakhir dengan penandatanganan nota kesepakatan, dengan ditandatangani oleh seluruh faksi dan ketua PMII Malang Raya.

Terpisah, satu demonstran mengungkapkan aspirasinya saat ditemui blok-A.com, ia menceritakan dengan gamblang alasannya mengikuti aksi siang hari ini.

Berawal dari jeritan hati orang tua yang terdampak dari kenaikan BBM bersubsidi ini ia rela turun ke jalan untuk menyalurkan aspirasi orang tuanya. Sebagai anak penjual pisang ia merasa sangat dirugikan dengan adanya kenaikan BBM tersebut.

“Saya salah satu rakyat kecil yang sangat terdampak dari kebijakan ini mbak,” katanya tegas dengan sedikit mata berkaca kaca.

Mahasiswa asal banyuwangi ini menceritakan keseharian orang tuanya sebagai seorang pedagang pisang. Bagi keluarganya kenaikan BBM ini sebuah bencana setelah adanya Covid 19 yang cukup membuat keluarganya hidup terombang ambing.

“Bagaimana keluarga saya akan hidup mbak jika BBM terus melonjak tinggi ? Akomodasi itu senjata bagi keluarga saya yang berdomisi di Mandura dan berdagang di Surabaya, sedangkan orangtua saya tidak bisa menaikkan harga pisang mbak takut gak laku,” tambahnya.

Ia juga menceritakan dukanya saat pandemi yang hampir putus kuliah karena keadaan ekonomi keluarganya yang sedang tidak baik baik saja. Belum lega bernafas dari pandemi, keadaan yang semakin parah kembali menimpa keluarganya dengan kenaikan BBM ini.

“Saya juga sempat hampir putus kuliah tahun lalu karena pandemi, kini saya juga was was jika harus putus kuliah karena ekonomi keluarga yang acak acak akibat kenaikan BBM mbak,” tambahnya.

Harapan besar dari jeritan rakyat kecil sepertinya didengar oleh DPRD kota Malang, agar tidak ada lagi korban korban lain sepertinya. Ia juga menyeritakan banyaknya teman kuliahnya yang terpaksa putus kuliah karena dampak pandemi tahun lalu.

“Semoga aspirasi saya didengar, sudah cukup rakyat hidup menderita karena pandemi tahun lalu, kasian teman teman jika ada lagi yang sampai putus kuliah jika BBM tidak segera turun, karena BBM ini kan akomodasi yang berkaitan dengan semua bidang,” pungkasnya. (mg2/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com