Kota Malang, blok-A.com – Pentolan Arema sekaligus D’Kross, Ade Herawanto menghimbau Aremania tetap kawal pengusutan tragedi Kanjuruhan.
Sebagai informasi, hingga kini polisi masih belum menetapkan tersangka atas tragedi kelam itu. Aremania pun menuntut tragedi itu musti diusut tuntas. Sebab, suporter telah meninggal ratusan di Stadion Kanjuruhan.
“Kami tetap menghimbau agar kasus ini tetap dikawal hingga tuntas. Aremania, saya yakin aparat penegak hukum akan adil,” ujarnya, Kamis (6/10/2022).
Ade pun berterimakasih atas perhatian Presiden Jokowi yang telah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). Tim itu nantinya akan mengusut secara tuntas penyebab hingga siapa yang bertanggungjawab atas tragedi yang menjadi atensi dunia saat ini.
“Terimakasih kepada presiden dan jajaran pemerintah atas respon cepat penanganan tragedi Kanjuruhan,” kata dia.
Ade pun meminta Aremania mengawal pengusutan tragedi itu dengan berdoa dan bersabar. Dia pun meminta agar Aremania tidak turun ke jalan atau demo untuk mendesak agar pengusutan tragedi ini segera selesai.
Sebab Ade mengatakan, jika Aremania turun ke jalan, akan ada orang atau pihak yang memanfaatkan situasi. Selain itu, Ade takut akan ada korban jiwa lagi ketika ada demo dari Aremania.
“Kita balas dengan doa dan tetap kawal. Saya pun juga mengawal kasus ini sampai selesai seperti teman-teman. Sekali lagi mohon Aremania tidak turun ke jalan atau demo, jika itu hanya akan menambah korban dan duka kita bersama,” ujarnya.
Ade pun marah dan berduka. Dia hingga kini bertanya mengapa tragedi kelam itu bisa terjadi. Satu personel D’Kross juga ikut meninggal dunia saat tragedi itu terjadi. Dia adalah Anto atau Yanto Bhe.
“Saya berduka tapi saya tetap kawal dan jika ada kejanggalan pasti saya juga akan pertanyakan. Sama seperti Anto Baret sampai mati akan saya kawal. Tapi yang penting adalah kita berdoa supaya tragedi ini segera diusut secara tuntas,” tutupnya.
Sebaga informasi, korban jiwa dalam tragedi Kanjuruhan itu mencapai 131 orang. Dugaan tragedi itu bisa terjadi dikarenakan tiga hal. Dari informasi yang dikumpulkan blok-A.com ketiganya dalah gas air mata, pintu tertutup dan desak-desakan antar suporter yang menghindari gas air mata. (bob)










Balas
Lihat komentar