Kota Malang, blok-a.com – Calon Walikota Malang Abah Anton dikenal sebagai orang yang dermawan terhadap orang kurang mampu.
Hal ini dibuktikan dengan selama lima tahun menjabat sebagai Walikota Malang tahun 2013-2018 gaji Abah Anton tak pernah diambil.
Abah Anton membenarkan hal tersebut saat menghadiri pelantikan GP Ansor Kota Malang di Hotel Gajahmada, Minggu (29/9/2024).
“Jadi gaji tiap bulan tidak saya pakai untuk pribadi saya, namun saya kumpulkan hingga satu tahun terus saya belikan beras serta minyak dan saya bagi-bagikan kepada warga yang kurang mampu,” kata Abah Anton, Minggu (29/9/2024).
Abah Anton pun menegaskan bahwa nantinya jika terpilih lagi, gajinya sebagai Walikota Malang tidak digunakan untuk pribadi. Gaji itu bakal diberikan untuk kegiatan sosial lagi.
“Hal inilah, insyaallah nanti akan saya sampaikan seperti itu, kenapa? karena saya yakin
tanpa ada gajipun saya tetap melakukan kegiatan sosial, apalagi ada tambahan gaji itu lebih baik kita berikan untuk sosial agar tambah lebih besar,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Abah Anton juga menegaskan bahwa ia selalu menghormati dan mematuhi nasihat para ulama. Hal ini, menurutnya, menjadi alasan kuat baginya untuk menerima pencalonan kembali
“Calon wakil saya, Dimyati Ayatullah, juga memiliki kedekatan yang erat dengan para ulama. Selain seorang pengusaha sukses, beliau juga dikenal dekat dengan kiai,” tambahnya.
Bersama dengan Dimyati Ayatullah, Abah Anton membentuk pasangan yang dikenal dengan ABADI (Abah Anton-Dimyati). Mereka berkomitmen untuk membawa perubahan dan kemajuan bagi Kota Malang
“Kami siap berjuang untuk kemajuan Kota Malang. Tanggal 27 November nanti, mari bersama-sama ke TPS untuk memberikan hak suara kita demi masa depan yang lebih baik,” terang Abah Anton.
Abah Anton juga menyinggung
fenomena pembagian sembako murah yang marak terjadi menjelang pemilihan.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur oleh bantuan sementara tersebut.
“Kalau ada yang memberi sembako, silakan diterima, tapi soal pilihan itu urusan nanti. Masa depan Kota Malang tidak boleh hanya diukur dengan sembako. Jangan gadaikan 5 tahun kota kita hanya dengan sembako,” tukasnya. (ags/bob)









