Blok-a.com –Robert Francis Prevost resmi terpilih sebagai Paus Leo XIV, menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025 lalu.
Prevost terpilih dalam Konklaf yang digelar pada Rabu, 7 Mei 2025, di Kapel Sistina, Vatikan. Tanda terpilihnya Paus baru diumumkan melalui asap putih yang keluar dari cerobong kapel setelah tiga kali pemungutan suara oleh para kardinal.
Robert Prevost, yang kini berusia 69 tahun, menjadi Paus ke-267 dalam sejarah Gereja Katolik dan merupakan Paus pertama dari Amerika Serikat..
Dirangkum Blok-a.com, Jumat (9/5/2025), berikut lima fakta menarik tentang perjalanan hidup Robert Prevost yang kini jadi Paus Leo XIV.
1. Paus Pertama dari Amerika Serikat
Robert Prevost lahir pada 14 September 1955 di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, dari keluarga berdarah Prancis, Italia, dan Spanyol. Dengan terpilihnya sebagai Paus, ia menjadi orang Amerika Serikat pertama yang menjadi Paus dalam sejarah Gereja Katolik.
Sebelumnya, satu-satunya Paus dari benua Amerika adalah Paus Fransiskus, yang berasal dari Argentina. Kini, Paus Leo XIV menjadi Paus kedua dari Benua Amerika dan yang pertama dari Amerika Utara.
2. Lulusan Matematika yang Jadi Imam
Sebelum menjadi imam, Prevost menempuh pendidikan Matematika dan Filsafat di Universitas Villanova, sebuah universitas Katolik di Pennsylvania. Ia lulus pada tahun 1977 dan langsung bergabung dengan Ordo Santo Agustinus (OSA), salah satu ordo tertua dalam Gereja Katolik.
Setelah menjalani masa novisiat dan mengucapkan kaul sebagai biarawan, ia melanjutkan studi teologi di Catholic Theological Union di Chicago, lalu dikirim ke Roma untuk belajar Hukum Kanon di Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas (Angelicum). Ia ditahbiskan menjadi imam pada 19 Juni 1982, di usia 26 tahun.
3. Pernah Jadi Pemimpin Tertinggi Ordo Agustinus
Setelah melayani selama lebih dari satu dekade di Peru sebagai misionaris, mengajar di seminari, memimpin paroki, dan membina calon imam, ia diangkat sebagai Prior Provinsi Ordo Agustinus di Chicago pada tahun 1999.
Berselang dua tahun, tepatnya pada tahun 2001, ia terpilih sebagai Prior Jenderal Ordo Santo Agustinus, jabatan tertinggi di ordo tersebut. Ia memimpin ribuan biarawan Agustinian di seluruh dunia selama dua periode mulai tahun 2001 hingga 2013.
4. Menduduki Jabatan Penting dari Paus Fransiskus
Robert Prevost kerap mendapat kepercayaan besar dari Paus Fransiskus sejak tahun 2015. Saat itu, ia ditunjuk sebagai Uskup Chiclayo di Peru, setelah sebelumnya menjabat sebagai Administrator Apostolik di keuskupan yang sama. Di sana, ia dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati, dekat dengan umat, dan aktif membantu masyarakat miskin.
Kepercayaan Paus terus berlanjut. Pada 2019, Prevost ditunjuk sebagai anggota Kongregasi untuk Klerus, lalu setahun kemudian menjadi anggota Kongregasi untuk Uskup, dua lembaga penting di Vatikan.
Puncaknya, pada Januari 2023, Paus memanggilnya ke Roma dan mengangkatnya sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup, sebuah jabatan tinggi yang mengatur para uskup di seluruh dunia. Ia juga dipercaya menjadi Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin.
Pada usia 69 tahun, Prevost diangkat menjadi Kardinal oleh Paus Fransiskus dalam konsistori pada 30 September 2024, dengan gelar Kardinal Diakon dari Santa Monika.
Ketika Paus Fransiskus jatuh sakit dan dirawat di Rumah Sakit Gemelli, Prevost juga sempat memimpin doa Rosario untuk kesehatan Paus di Lapangan Santo Petrus pada 3 Maret 2025.
5. Dipilih Jadi Paus Leo XIV di Usia 69 Tahun
Setelah puluhan tahun melayani Gereja di berbagai peran penting, Robert Prevost akhirnya terpilih sebagai Paus pada usia 69 tahun.
Ia memilih nama Leo XIV, sebagai penghormatan kepada Paus Leo sebelumnya, khususnya Paus Leo I yang dikenal sebagai pemimpin besar Gereja di abad ke-5.
Semboyannya sebagai uskup adalah “In Illo uno unum”, yang berarti “Dalam Dia yang satu, kita menjadi satu.” Kalimat ini diambil dari ajaran Santo Agustinus dan menggambarkan semangat persatuan umat dalam Kristus, sesuai dengan latar belakangnya sebagai biarawan Agustinian. (hen)









