Kota Malang, blok-a.com – Rumah di Kampung Wisata Topeng di RT 2 RW 7 Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ternyata ada yang tidak layak huni.
Setidaknya ada 40 rumah tidak layak huni (rutilahu) di kampung wisata yang berada di timur Kota Malang itu. Rencanannya untuk memperindah kampung wisata itu, 40 rutilahu itu segera dipoles melalui program corporate social responsibility (CSR) dari Lippo Group.
Kepala Bidang Permukiman Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Lukman Hidayat membenarkan. 40 rumah itu diusulkan dalam program ini merupakan bagian dari kuota perbaikan rutilahu di Jawa Timur.
“Total ada 200 rutilahu di Jawa Timur yang masuk kuota perbaikan,” terang Lukman.
Lukman menjelaskan, dari jumlah tersebut, 40 unit berada di Kota Malang, sementara sisanya tersebar di Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Malang. Ia menambahkan, pihak kelurahan sebenarnya mengusulkan 48 rumah di Kampung Wisata Topeng.
“Namun yang diterima hanya 40 rumah karena tujuh di antaranya tidak lagi dihuni,” ujarnya.
Sebelum pemolesan dilakukan, tim gabungan dari DPUPRPKP Kota Malang, Lippo, Kementerian P3KP, dan Disperkim Provinsi Jawa Timur melakukan survei lapangan. Dari hasil survei, kondisi rumah warga dinilai cukup memprihatinkan, terutama bagian atap.
“Atap rumah di sana masih terbuat dari asbes. Padahal, asbes kan berbahaya untuk pernapasan kalau terhirup,” ungkap Lukman.
Selain itu, banyak atap yang bolong sehingga rawan bocor saat hujan, serta jendela dan pintu yang juga perlu perbaikan.
Sementara, Siti Ningsih, Koordinator Kampung Wisata Topeng, menjelaskan bahwa dari total 40 rumah yang diajukan, sebanyak 33 rumah dihuni warga. Sementara tujuh rumah lainnya difungsikan sebagai fasilitas pendukung seperti kantor dan PAUD.
“Dalam usulan, kami ajukan perbaikan atap yang bocor dan juga WC di tiap rumah. Selama ini, warga hanya punya toilet, sedangkan buang air besar di WC umum yang jumlahnya sekitar 18 unit,” jelas Siti.
Ia menambahkan, informasi perbaikan baru diterima warga sekitar dua pekan lalu. Kemudian kemarin tim survei turun langsung ke lapangan. “Dari informasi yang kami terima, perbaikan akan dilakukan pekan depan dan ditargetkan selesai akhir Agustus,” pungkasnya. (yog)




