Gresik, blok-a.com – Di tengah keterbatasan sarana, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Trate justru menunjukkan geliat yang berbeda. Lahan milik Pemerintah Kabupaten Gresik di belakang Kantor Kelurahan Trate yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai area parkir salah satu yayasan pendidikan, kini disulap menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Di lokasi itulah, KKMP Trate menggelar pasar murah bagi warga Trate dan sekitarnya, Minggu (2/8/2026). Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau berkat dukungan pasokan dari Bulog, PPI, Rajawali Nusindo Id food serta pelaku UMKM lokal.
Ketua KKMP Trate, Nanang Zubaedi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya koperasi membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih murah sekaligus menggerakkan roda perekonomian warga.
“Kami ingin masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ini juga menjadi ikhtiar koperasi untuk membantu meringankan beban belanja warga,” ujarnya.
Nanang menjelaskan, sebelum memiliki lokasi sendiri, aktivitas koperasi menempati sebagian ruang pelayanan di Kantor Kelurahan Trate. Namun kondisi itu dinilai kurang ideal karena berpotensi mengganggu pelayanan publik.
Atas dasar itu, pengurus koperasi mengajukan permohonan pemanfaatan aset milik Pemkab Gresik kepada Bagian Aset BPPKAD Kabupaten Gresik secara menyewa berbayar.
Permohonan tersebut kemudian mendapat persetujuan Sekretaris Daerah Gresik untuk penyewaan lahan seluas 132 meter persegi dari total 373 meter persegi lahan yang ada.
“Harapan kami, ke depan lahan ini bisa dibangun gedung koperasi yang representatif agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” kata Nanang.
Meski baru memanfaatkan lahan tersebut kurang dari setahun, perkembangan KKMP Trate dinilai cukup pesat. Bertambahnnya komoditas kebutuhan pokok dengan harga bersaing membuat koperasi semakin diminati masyarakat.
Nanang berharap dukungan tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari kalangan swasta, terutama produsen minyak goreng di Kabupaten Gresik, agar pasokan barang semakin beragam.
Ia juga berharap program pemerintah melalui Agrinas dapat memberi perhatian kepada koperasi yang telah memiliki aktivitas usaha, namun masih terkendala prasarana.
Apresiasi terhadap langkah KKMP Trate datang dari Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Gresik, Elvita Yuliati yang hadir meninjau pelaksanaan pasar murah.
Menurutnya, koperasi tersebut mampu bertahan dan berkembang meski memiliki keterbatasan fasilitas.
“Dengan kondisi yang sangat terbatas, koperasi ini mampu berkreasi untuk terus bertahan. Bahkan saya melihat perkembangannya cukup baik,” ujarnya.
Politisi dari partai PDIP Gresik ini menghimbau KKMP Trate semakin memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha mikro di lingkungan sekitar, bukan sebagai pesaing, melainkan menjadi mitra yang saling menguatkan.
“Warung-warung bisa menjadi tempat kulakan atau bentuk kerja sama lainnya. Semangatnya bukan bersaing, tetapi saling bersinergi,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Camat Gresik, Jalesvie Triyasmoko. Ia menilai KKMP Trate menjadi salah satu koperasi yang paling progresif selama setahun terakhir.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kekuatan manajemen internal serta jaringan pemasok yang telah dibangun pengurus koperasi.
“KKMP Trate sangat progresif. Pondasi organisasinya sudah kuat, akses supplier juga sudah ada. Yang masih perlu mendapat perhatian adalah prasarana pendukungnya,” kata Jalesvie.
Ia berharap model pengembangan KKMP Trate dapat menjadi contoh bagi koperasi kelurahan lainnya di Kecamatan Gresik.
“Pemerintah Kecamatan Gresik Kota, siap memfasilitasi komunikasi dan koordinasi, apabila koperasi KKMP membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” ucapnya..
Di sisi lain, pasar murah juga menghadirkan layanan pembelian minyak jelantah dari masyarakat. Program tersebut disambut antusias warga karena limbah rumah tangga yang sebelumnya dibuang kini memiliki nilai ekonomi.
Widya Faourita, warga Trate, mengaku menjual tujuh botol minyak jelantah ukuran 1,5 liter. Setiap botol dihargai Rp10 ribu sehingga ia membawa pulang uang tunai Rp70 ribu.
“Alhamdulillah sekarang tidak buang jelantah ke selokan lagi karena ternyata bisa dijual. Uangnya juga saya tukarkan dengan minyak goreng yang dijual koperasi untuk kebutuhan usaha,” ungkapnya.
Warga lainnya, Nevy Dewi Anita, berharap kegiatan pasar murah dapat dilaksanakan secara rutin karena dinilai sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Keberhasilan KKMP Trate memanfaatkan aset pemerintah menjadi ruang produktif menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk berkembang.
Namun, agar koperasi ini terus tumbuh, dukungan terhadap pembangunan gedung dan sarana usaha dinilai menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian pemerintah maupun dunia usaha.(ivn/bob)




