Koperasi dan UMKM sebagai Backbone Ekonomi Jawa Timur pada 2021 berkontribusi sebesar 57,81% terhadap PDRB Jawa Timur atau meningkat 0,56 persen dibandingkan 2020.
Di sektor pertanian dan peternakan sejak 2020 – 2023, turut produksi padi dan sapi potong tertinggi di Indonesia. Eksportir tertinggi se-Indonesia untuk komoditi perikanan. Dan capaian vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tertinggi Nasional.
Selain itu Jatim sukses menurunkan ketimpangan pengeluaran penduduk dari Indeks Gini Ratio sebesar -0.001, periode Maret 2020 sebesar 0,366 menjadi 0,365 pada September 2022. Capaian ini juga tertinggi se Indonesia.
Penurunan kemiskinan di Jawa Timur juga sukses mengentaskan desa tertinggal dan sangat tertinggal. Pada 2019 terdapat 344 desa tertinggal dan 1 sangat tertinggal. Pada Juli 2021 seluruhnya terentaskan.
Adhy Karyono, Sekdaprov Jatim, mengatakan banyak indikator -indikator bidang pembangunan yang semuanya peningkatan dan hampir semua di atas rata-rata nasional.
“Jawa Timur dipastikan berkontribusi sangat besar untuk pembangunan nasional,” tutur Adhy.
Khofifah katanya jadi inspirator pemimpin yang game changer dan enabler leader.
Sedangkan Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak, mencatat, atas iklim guyub, rukun, dan semangat juang jajaran Pemprov Jatim dan seluruh lapisan masyarakat maka kondusivitas Jawa Timur andil semua pihak termasuk Forkopimda.
“Terima kasih Forkopimda dan seluruh jajarannya ormas civil society dan mitra kita, untuk kondusivitas Jatim sebagai syarat kemajuan pembangunan,” ucap Emil Dardak.
Emil menegaskan bahwa dia menjadi saksi bagaimana totalitas Gubernur Khofifah menjaga stabilitas sosiopolitik maupun masalah kebencanaan.
“Saya jadi saksi bagaimana Ibu Gubernur bekerja tanpa istirahat untuk bisa menjadi nahkoda menjaga stabilitas Jawa Timur secara sosiopolitik , hadapi pandemi dan bencana alam,” tuturnya.(kim/lio)









Balas
Lihat komentar