4 Bulan Pasca Tragedi, Pedagang di Stadion Kanjuruhan Masih Sepi Pembeli

Caption : Situasi Stadion Kanjuruhan saat weekend, Minggu 12/02/2023 (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pasca tragedi yang terjadi pada 1 Oktober silam, kini mulai berimbas pada nasib pedagang di Stadion Kanjuruhan.

Hal tersebut diraskan oleh pemilik penyewaan hiburan, Poniem (60) mengatakan kini pihaknya hanya bisa pasrah. Usaha yang telah digelutinya selama 12 tahun kini mengalami penurunan drastis pasca tragedi yang merenggut setidaknya 135 nyawa itu.

“Penurunan pasti, kalau 50 persen lebih. Hampir 60 persen. Biasanya hari libur dapat lima juta perhari sekarang hanya dua juta an,” ucap Poniem saat ditemui Blok-a.com, di Stadion Kanjuruhan, Minggu (22/02/2023).

Penurunan omset yang dirasakan Poniem sudah berjalan sejak awal pandemi, tepatnya di pertengahan tahun 2020. Namun, saat pandem covid, penurunan yang dialami tidak begitu drastis dibanding dengan pasca tragedi.

Dikatakan Poniem, saat pandemi covid-19 dirinya hanya mengalami penurunan setidaknya kurang dari 40 persen.

“Kalau pas pademi saya tidak kerja saya jualan gula. Karena gak boleh ada aktivitas jadi tutup total. Terus setelah pandemi buka lagi empat sampai lima bulanan, ada tragedi ya sudah hancur. Tapi ya yang penting sabar, semoga bencana ini cepat berlalu,” jelasnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh pedagang sekaligus penyewa ruko Stadion Kanjuruhan, Awang Karta (57) menyebut kondisi ekomomi terutama penyewa ruko pasca tragedi sangat menurun.

Tolak ukur penurunan yang dialaminnya dinilai saat malam pergantian tahun 2023 silam. Dirinya mengaku dalam satu hari beroprasi, hanya mendapatkan omset kotor kurang dari Rp 300 ribu.

“Saya kemarin pas malam tahun baru buka dari pagi jam tujuh pagi sampai jam satu itu pendapatan kotor tidak sampai 300 ribu. Itu yang menjadi tolak ukurnya,” terang Awang saat ditemui Blok-a.com di Ruko miliknya, Minggu (12/02/2023).

Bahkan, dikatakan Awang, tidak hanya pedagang ruko dan penyewaan hiburan saja. Pedagang Kaki Lima pun ikut merasakan imbasnya.

Terlebih, saat banyak beredar di media sosial terkait isu mistis yang mengatakan bahwa Stadion Kanjuruhan saat ini angker.

Menurutnya, hal tersebut yang menjadi salah satu penyebab sepinya Stadion Kanjuruhan yang mengakibatkan lumpuhnya perekonomian.

Dengan demikian, ia mulai menyiasatinya dengan meramaikan kembali Stadion Kanjuruhan, melalui media sosial.

“Mangkanya sekarang kita berusaha untuk membuat ramai lagi stadion. Caranya ya sosialisasi lewat medsos, bahwa kondisi Stadion mulai berangsur normal, dan tidak ada cerita horor,” tutupnya.

(ptu/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.